Seluruh Fraksi Setujui LPj Pelaksanaan APBD 2020 - Lensa Update
Trending
Loading...

01/07/21

Seluruh Fraksi Setujui LPj Pelaksanaan APBD 2020


Pajarakan, Lensaupdate.com – Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Pelaksanaan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kabupaten Probolinggo Tahun Anggaran 2020 memasuki tahapan akhir.

Kamis (1/7/2021) pagi digelar Rapat Paripurna DPRD dengan agenda penyampaian Pendapat Akhir (PA) Fraksi serta Penandatanganan Persetujuan Bersama Tentang Raperda LPj Pelaksanaan APBD tahun 2020.

Rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Andi Suryanto Wibowo ini dihadiri Pimpinan dan segenap anggota DPRD Kabupaten Probolinggo. Dari pihak eksekutif hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto.

Prosesi rapat paripurna DPRD Kabupaten Probolinggo juga diikuti secara virtual oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

Dalam PA tersebut, seluruh fraksi di DPRD Kabupaten Probolinggo mulai dari Fraksi NasDem, PKB, Golkar, Gerindra, PPP dan PDI Perjuangan dapat menerima dan menyetujui Raperda LPj Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Probolinggo.

Dalam Keputusan Bersama DPRD Kabupaten Probolinggo dan Bupati Probolinggo Tentang Persetujuan Bersama Penetapan Raperda tentang LPj Pelaksanaan APBD Kabupaten Probolinggo Tahun 2020 disebutkan pendapatan daerah sebesar Rp 2.331.513.790.016,76, belanja daerah dan transfer sebesar Rp 2.302.243.526.498,71 dan surplus/defisit sebesar Rp 29.270.263.518,05,

Selanjutnya, pembiayaan penerimaan daerah sebesar Rp 185.064.818.439,65 pembiayaan pengeluaran daerah sebesar Rp 18.038.000.000,00 dan pembiayaan netto Rp 167.026.818.439,65. .

Selisih anggaran pendapatan dengan realisasi pendapatan sejumlah Rp 5.108.094.201,54, selisih anggaran belanja dengan realisasi belanja dan tranfer sejumlah Rp 201.256.264.032,03, selisih anggaran dengan realisasi surplus/defisit sejumlah Rp (196.148.169.830,49), selisih anggaran pembiayaan dengan realisasi penerimaan pembiayaan sejumlah Rp 756.087.872,79, selisih anggaran dengan realisasi pengeluaran pembiayaan sejumlah Rp 905.000.000,00, selisih anggaran dengan realisasi pembiayaan netto sejumlah Rp (148.912.127,21).

Selanjutnya, laporan perubahan saldo anggaran lebih per 31 Desember 2020, Saldo Anggaran Lebih (SAL) awal sebesar Rp 175.437.836.312,44, penggunaan SAL sebagai penerimaan tahun berjalan sebesar Rp 175.409.613.961,65, total Rp 28.222.350,79, sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran (SILPA/SIKPA) sejumlah Rp 196.297.081.957,70, koreksi kesalahan pembukuan tahun sebelumnya Rp (28.222.350,79), lain-lain Rp 0.00. Dengan demikian Saldo Anggaran Lebih (SAL) Akhir sebesar Rp 196.297.081.957,70.

Neraca Daerah per 31 Desember 2020, jumlah aset sebesar Rp 2.688.588.429.375,46, jumlah kewajiban Rp 63.698.062.422,81 dan jumlah ekuitas dana sebesar Rp 2.624.890.366.952,65.

Kemudian Laporan Operasional per 31 Desember 2020 meliputi kegiatan operasional, non operasional dan pos luar biasa. Untuk kegiatan operasional meliputi jumlah pendapatan laporan operasional sebesar Rp 2.034.109.113.023,30, jumlah beban sebesar Rp 1.837.233.378.184,56 dan surplus/defisit dari operasional sebesar Rp 196.868.734.838,74.

Kegiatan non operasional diantaranya surplus dari kegiatan non operasional sebesar Rp 0.00, defisit dari kegiatan non operasional sebesar Rp (10.139.915.735,05) dan surplus/defisit dari non operasional Rp 186.728.819.103,69. Sementara pos luar biasa meliputi pendapatan luar biasa-LO sebesar Rp 0,00, beban luar biasa Rp 19.364.101.266,00, surplus/defisit dari pos luar biasa Rp (19.364.101.266,00) dan surplus/defisit-LO Rp 167.364.717.837,69.

Laporan arus kas untuk tahun yang berakhir sampai dengan 31 Desember Tahun 2020, saldo kas awal per 1 Januari 2020 sebesar Rp 175.409.675.469,73, arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp 283.730.665.658,80, arus kas bersih dari aktivitas investasi non keuangan sebesar Rp (271.498.402.140,75), arus kas bersih dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 8.655.204.478,00, arus kas bersih dari aktivitas transitoris sebesar Rp 393.554,00 dan koreksi Silpa tahun lalu sebesar Rp 38.491,80. Sehingga saldo kas akhir per 31 Desember 2020 sebesar Rp 196.297.575.511,67.

Kemudian laporan perubahan ekuitas Per 31 Desember Tahun 2020, ekuitas awal sebesar Rp 2.402.159.169.385,81, surplus/defisit LO sebesar Rp 167.364.717.837,69, dampak komulatif perubahan kebijakan/kesalahan mendasar sebesar Rp 55.366.479.729,16 dan ekuitas akhir sebesar Rp 2.624.890.366.952,65.

Selanjutnya dilakukan penandatanganan Nota Persetujuan Bersama Bupati Probolinggo dan Pimpinan DPRD Kabupaten Probolinggo Tentang Raperda LPj Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020.

Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual mengatakan Raperda Tentang LPj Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2020 yang diajukan oleh eksekutif telah disetujui bersama antara Pemerintah Kabupaten Probolinggo dengan DPRD Kabupaten Probolinggo. “Hal tersebut mencerminkan kerjasama dan ketaatan kita dalam pengelolaan keuangan daerah,” katanya.

Menurut Bupati Tantri, Laporan Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2020 telah mendapatkan opini tertinggi dari BPR-RI Wajar Tanpa Pengecualian yang ke 8 (delapan) kali secara berturut-turut, walaupun masih ada catatan dan beberapa kendala yang perlu mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti pada tahun mendatang, sehingga opini BPK tersebut terus dapat dipertahankan. 

“Oleh karena itu mohon kerja sama dan dukungan dari segenap jajaran DPRD Kabupaten Probolinggo. Adapun segala saran masukan yang kami terima, baik pada rapat Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD, Rapat Komisi-komisi DPRD, rapat Badan Anggaran maupun rapat Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi-fraksi DPRD, akan kami pedomani untuk segera ditindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

Bupati Tantri juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Pimpinan dan para anggota DPRD yang telah memberikan saran, masukan, tanggapan dan himbauan serta pertanyaan-pertanyaan, baik yang disampaikan melalui Pemandangan Umum, rapat komisi DPRD dan rapat Badan Anggaran DPRD maupun Pendapat Akhir Fraksi-fraksi DPRD.

“Tentu semua ini sebagai bahan perbaikan dalam melaksanakan tugas-tugas, utamanya dalam peningkatan kualitas SDM pengelola keuangan maupun penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (Nabila Putri/Zidni Ilman)

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Lensa Update, Mengabarkan Secara Lugas.
Done