Pemkab Probolinggo Lakukan Pemeriksaan Postmortem Hewan Kurban 1442 H - Lensa Update
Trending
Loading...

21/07/21

Pemkab Probolinggo Lakukan Pemeriksaan Postmortem Hewan Kurban 1442 H


Kraksaan, Lensaupdate.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) melakukan pengawasan, pendataan dan pemeriksaan postmortem hewan kurban 1442 Hijriyah dalam masa pandemi Covid-19, Selasa (20/7/2021).

Kegiatan ini melibatkan 10 dokter hewan se-Kabupaten Probolinggo, petugas teknis 24 kecamatan, Koordinator Wilayah se-Kabupaten Probolinggo dan Petugas Teknis RPH se-Kabupaten Probolinggo.

Dasar hukum kegiatan ini Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan juncto UU Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 Tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan, Permentan Nomor 114 Tahun 2014 Tentang Pemotongan Hewan Qurban dan Permentan Nomor 48 Tahun 2016 Tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting.

Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor : SE.17 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 H/2021 M di Wilayah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Serta, Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor: 451/14901/012.1/2021 Tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Corona Disease 2019 (Covid-19) di Tempat Ibadah dan Petunjuk Pelaksanaan Malam Takbiran, Shalat Idul Adha dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 H/2021 M di Jawa Timur dan Surat Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Nomor 524.3/5380/122.4.2021 Tanggal 22 Juni 2021 Perihal Pelaksanaan Kegiatan Kurban Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Yahyadi melalui Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan penjaminan pangan asal hewan kurban yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).

“Selain itu, menyampaikan pelaksanaan kurban di masa pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) kepada para takmir/panitia kurban dan menyampaikan kepada takmir agar menghindari kerumunan masyarakat saat pembagian daging kurban,” katanya.

Menurut Niko, dari kegiatan tersebut ditemukan cacing hati di lokasi berbeda. Yakni di Kecamatan Tiris dan Kraksaan pada 3 (tiga) ekor sapi dari  404 ekor sapi yang disembelih pada hari tersebut, domba 908 ekor dan kambing 325 ekor pada 214 lokasi tempat pemotongan hewan di luar RPH. “Masih ada para pekerja/masyarakat yang belum memakai masker dan ini sudah disampaikan kepada masyarakat/takmir masjid/panitia kurban,” jelasnya.

Dengan kegiatan ini Niko mengharapkan pelaku usaha yang memiliki ternak untuk selalu rutin berkonsultasi dengan petugas teknis/dokter hewan setempat sehingga tidak ditemukan  kembali ektoparasit saat disembelih. “Serta semakin banyak takmir masjid atau panitia kurban yang memotong di RPH terdekat,” pungkasnya. (Nabila Putri/Zidni Ilman)

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Lensa Update, Mengabarkan Secara Lugas.
Done