DPKH Kabupaten Probolinggo Lakukan Pemeriksaan Ternak Kurban 1442 H dan Produk Hewan - Lensa Update
Trending
Loading...

15/07/21

DPKH Kabupaten Probolinggo Lakukan Pemeriksaan Ternak Kurban 1442 H dan Produk Hewan


Banyuanyar, Lensaupdate.com – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo melakukan pengawasan, pendataan, pemeriksaan ternak kurban 1442 Hijriyah dan produk hewan dalam masa pandemi Covid-19 di Kecamatan Banyuanyar, Rabu (14/7/2021).

Kegiatan ini melibatkan Kasi Kesehatan Hewan DPKH drh. Novita, Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKH drh. Nikolas Nuryulianto, Koordinator Wilayah Banyuanyar drh. Izzah, Petugas Teknis dan Inseminator Kecamatan Banyuanyar serta Koordinator Pasar  Banyuanyar Sugiono)

Dasar hukum kegiatan ini Undang-undang (UU) Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan juncto UU Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 Tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan, Permentan Nomor 114 Tahun 2014 Tentang Pemotongan Hewan Qurban serta Permentan Nomor 48 Tahun 2016 Tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting.

Selanjutnya, Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor : SE.17 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 H/2021 M di Wilayah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor: 451/14901/012.1/2021 Tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 di Tempat Ibadah dan Petunjuk Pelaksanaan Malam Takbiran, Shalat Idul Adha dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 H/2021 M di Jawa Timur.

Serta Surat Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Nomor : 524.3/5380/122.4/2021 tanggal 22 Juni 2021 Perihal Pelaksanaan Kegiatan Kurban Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Yahyadi melalui Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendataan penjual hewan kurban dan memberikan surat keterangan kesehatan hewan kurban kepada penjual hewan kurban.

“Selain itu memberikan surat ijin Tempat Pemotongan Hewan Sementara (TPHS) untuk kurban kepada pelaku usaha, melakukan pengawasan, pendataan produk hewan (daging sapi, ayam dan telur ) di Pasar Banyuanyar serta menyampaikan pelaksanaan kurban di masa pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) kepada para pelaku usaha,” katanya.

Menurut Niko, dari hasil kegiatan ini terdata 3 (tiga) lokasi penjual hewan kurban di rumahnya (domba sebanyak 150 ekor, kambing sebanyak 80 ekor dan sapi sebanyak  25 ekor).

“Dari hasil pemeriksaan kesehatan hewan di temukan 1 ( satu ) domba yang mengalami peradangan pada alat vitalnya dan sudah diberikan solusi untuk kesembuhannya,” jelasnya.

Niko menerangkan pihaknya memberikan surat ijin Tempat Pemotongan Hewan Sementara kepada 1 (satu) pelaku usaha karena letaknya yang sangat jauh dari RPH terdekat serta menyarankan pemilik usaha untuk mengikuti pelatihan juru sembelih halal tahun depan agar diperoleh daging yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH),” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut DPKH juga memberikan surat keterangan kesehatan hewan kurban kepada ke 3 (tiga) penjual hewan kurban yang masa berlakunya 1x24 jam setelah pemeriksaan.

“Kami juga melakukan pemeriksaan umur hewan domba dan kambing di Pasar Tradisional Banyuanyar. Dimana menurut Kepala Pasar Banyuanyar Bapak Sugiono, semua pedagang hewan saat masuk pasar harus memakai masker dan tetap menjaga prokes Covid-19,” tegasnya.

Pengawasan dan pendataan produk hewan di Pasar Tradisional Banyuanyar diperoleh bahwa harga daging sapi berkisar Rp 90.000 hingga Rp 100.000 per kilogram, harga telur ayam Rp 21.000 hingga Rp 22.000 per kilogram, telur itik Rp 2.300 per butir dan harga daging ayam berkisar Rp 30.000 hingga Rp 32.000 per kilogram. Para penjual produk hewan menyampaikan penurunan pendapatan saat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Pemilik kios produk hewan diharapkan menyediakan hand sanitizer atau sabun dan tempat cuci tangan, selalu memakai masker juga memperhatikan jarak dengan pembeli. Selain itu, pemilik kios daging sapi juga tetap diharapkan untuk mengambil daging atau memotong hewan di RPH Banyuanyar atau RPH terdekat,” pungkasnya. (Reny Kartika/Zidni Ilman)

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Lensa Update, Mengabarkan Secara Lugas.
Done