Tingginya Kasus Harian Covid-19 Disebabkan Banyaknya Testing dan Skrining - Lensa Update
Trending
Loading...

26/06/21

Tingginya Kasus Harian Covid-19 Disebabkan Banyaknya Testing dan Skrining


Kraksaan, Lensaupdate.com - Setelah 3 (tiga) hari berturut-turut terjadi penambahan kasus Covid-19 sebanyak 16 kasus, pada Jum’at (25/6/2021) jumlah kasus harian Covid-19 di Kabupaten Probolinggo meningkat menjadi 23 kasus.

“Tingginya kasus harian Covid-19 ini banyak disebabkan oleh kegiatan testing, skrining hingga longgarnya protokol kesehatan dan social distancing di tengah-tengah masyarakat,” kata Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica.

Menurut Dewi, dengan jumlah kasus Covid-19 yang banyak, maka testing yang dilakukan terhadap kontak eratnya untuk dilakukan swab juga banyak. Hal inilah yang menyebabkan jumlah kasus Covid-19 semakin banyak.

“Kalau dulu-dulu kasusnya 0 atau 2 khan asumsinya 1 orang positif itu paling tidak diperiksa PCR kontak eratnya itu sekitar 20 orang. Makanya kasus positifnya bertambah. Salah satunya karena testingnya banyak dari orang yang terkonfirmasi positif Covid-19,” jelasnya.

Dewi menerangkan sekarang memang lebih banyak orang yang sakit. Yang harus diwaspadai itu karena apakah lonjakan kasus yang bertambah banyak ini diakibatkan oleh karena sumber penularannya yang lebih mudah. Jadi ada pemikiran jangan-jangan ini karena adanya varian delta yang memang 80% lebih menularkan dari pada yang sebelumnya.

“Penyebab selanjutnya itu karena penerapan protokol kesehatan di masyarakat sudah mulai longgar. Kebanyakan kasus itu terjadi karena adanya penularan pada orang serumah,” terangnya.

Selanjutnya Dewi mencontohkan, misalnya seseorang tertular dari teman sekantornya atau habis makan bersama. Dari situ kemudian dia menularkan kepada orang serumah. Dengan demikian seluruh anggota keluarganya tertular semua. 

“Bisa dikatakan lonjakan kasus Covid-19 ini dikarenakan adanya Klaster Keluarga. Walaupun awalnya dia dapat dari orang lain tetapi dia banyak menularkan kepada keluarganya. Tetapi ini penularannya lebih banyak dari pada dia hanya menularkan kepada satu orang,” ujarnya.
 
Faktor selanjutnya penambahan kasus Covid-19 ini dikarenakan banyaknya skrining pada even-even tertentu. Seperti pada kegiatan pelatihan dasar (latsar) CPNS, diklat calon pengawas dan calon kepala sekolah serta Yadnya Kasada. “Intinya setiap ada even-even tertentu kita akan lakukan skrining,” tegasnya. 

Dewi menjelaskan hari ini pemeriksaan spesimen dilakukan terhadap 314 orang. Dari jumlah tersebut 23 orang dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19. Sementara total rapid test mencapai 15.210 dan total sampel PCR 17.003

“Sebenarnya tidak boleh pakai sampel tapi pakai orang. Kalau dulu itu acuannya 1 hari itu 170 sampel kalau kita baru bisa mengukur standar kita pemeriksaannya stabil atau tidak. Tetapi sekarang tidak bisa karena menyesuaikan dengan kasus posiif juga,” ungkapnya.

Hal lain terjadinya penambahan kasus Covid-19 karena masih ada kegiatan kumpul-kumpul mulaidari arisan, hajatan dan lain sebagainya. Meskipun ada pembatasan-pembatasan yang dilakukan. “Terakhir adalah penyekatan setelah hari raya Idul Fitri. Setelah itu baru ada klaster PMI hingga terus bertambah kasusnya,” tambahnya.

Lebih lanjut Dewi menegaskan pencegahannya kembali pada diri masing-masing yang mungkin diperlukan kesadaran lebih supaya berempati dengan adanya kasus yang melonjak. “Memang harus benar-benar kembali pada diri kita masing-masing mengapa harus mengupgrade masker. Kalau dulu kita biasa pakai masker biasa dan memakai masker kain 3 lapis, sekarang tidak boleh,” imbuhnya.

Dewi menambahkan yang benar adalah memakai masker bedah didalam, kemudian di luar memakai masker kain. Karena kalau memakai masker kain tetapi bukan scuba, serat kainnya lebih kecil-kecil sehingga bisa lebih mudah menyaring partikel bakteri virus dari luar. Baru didalamnya pakai masker bedah. Yang paling efektif lebih dari 85% harus pakai masker double.

“Sekarang Kabupaten Probolinggo masih berada pada zona orange. Tetapi zona itu dihitung dari 14 hari terakhir. Jadi kabupaten/kota itu penghitungannya berdasarkan 11 indikator, sehingga bukan berdasarkan jumlah kasus tetapi kasus yang tinggi juga akan menambah indikatornya lebih jelek. Salah satu indikator penetuan zona adalah jumlah penambahan kasus aktif, jumlah kesembuhan, jumlah kasus kematian serta keterpakain tempat tidur di rumah sakit,” pungkasnya. (Nabila Putri/Zidni Ilman) 

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Lensa Update, Mengabarkan Secara Lugas.
Done