Sembilan Kelompok dan BPSPL Denpasar Teken MoU Penanaman Mangrove - Lensa Update
Trending
Loading...

28/06/21

Sembilan Kelompok dan BPSPL Denpasar Teken MoU Penanaman Mangrove


Dringu, Lensaupdate.com – Sebanyak 9 (sembilan) ketua kelompok pelaksana penanaman mangrove di Kabupaten Probolinggo bersama dengan Kepala BPSPL (Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut) Denpasar melakukan penandatanganan (teken) kerja sama dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) penanaman mangrove dalam rangka mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan di aula UPT Perikanan Budidaya Air Tawar/Payau Diskan Kabupaten Probolinggo, Senin (28/6/2021). Kesembilan ketua kelompok ini berasal dari Desa Bayeman Kecamatan Tongas, Desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih, Desa Dringu, Randuputih dan Tamansari Kecamatan Dringu, Desa Klaseman Kecamatan Gending, Desa Gejugan dan Penambangan Kecamatan Pajarakan serta Desa Asembakor Kecamatan Kraksaan. 

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala BPSPL Denpasar Permana Yudiarso dan arahan teknis oleh Kasi Pendayagunaan dan Pelestarian BPSPL Denpasar Rizka Zulfikar. Para ketua kelompok ini dipandu oleh staf BPSPL Denpasar bekerja sama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo. 

Setelah penjelasan teknis dilanjutkan dengan pemeriksaan dokumen MoU oleh masing-masing ketua kelompok dan dilanjutkan penandatanganan MoU oleh Kepala BPSPL Denpasar dengan 9 ketua kelompok pelaksana penanaman mangrove di Kabupaten Probolinggo. Sasaran penanaman mangrove ini adalah 105 hektar atau 525.000 batang mangrove di 9 lokasi. 

Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi melalui Kepala Bidang Perikanan Tangkap Hari Pur Sulistiono mengatakan secara ekologi kegiatan ini bertujuan untuk memulihkan ekosistem kawasan pesisir. Karena mendukung masyarakat secara swadaya dengan kemauan sendiri untuk melindungi dan menjaga lingkungan pesisir.

“Secara ekonomi, kegiatan ini bertujuan untuk bisa memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat pesisir yang terlibat dalam kegiatan penanaman mangrove yang berada di 9 lokasi yang sudah ditentukan,” katanya. 

Menurut Ipung, panggilan akrab Hari Pur Sulistiono, isi perjanjian kerja sama yang sudah ditandatangani ini adalah kelompok melakukan pengerjaan penanaman mangrove sesuai spesifikasi yang telah ditentukan. Setalh MoU mereka akan melaksanakan penandatanganan kontrak antara  BPSPL Denpasar dan ketua kelompok dalam waktu 120 hari.

“Sampai  Oktober 2021 diharapkan semua selesai mulai dari penyediaan bibit, sarana prasarana dan penanaman mangrove di lokasi wilayah kelompok. Untuk bibit mangrove yang menyediakan adalah kelompok dengan anggaran yang berasal dari BPSPL Denpasar Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dalam rangka program Pemulihan Ekonomi Nasional,” jelasnya.

Ipung menerangkan, penanaman mangrove ini merupakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) karena dalam pelaksanaannya melibatkan masyarakat untuk mendapatkan upah dari penanaman yang telah dilakukan. Nanti upahnya akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing.

“Dari kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat pesisir untuk ikut serta memelihara ekosistem mangrove. Selain itu diharapkan kegiatan ini beberapa tahun ke depan dapat menambah tutupan mangrove di kawasan pesisir yg dapat menjadi sabuk hijau di pesisir Kabupaten Probolinggo. Tentunya kalau ekosistem pesisir terjaga nantinya sumberdaya hayati di kawasan pesisir juga akan terjaga,” pungkasnya. (Aulia Puspita/Zidni Ilman)

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Lensa Update, Mengabarkan Secara Lugas.
Done