Dispendik Kabupaten Probolinggo Gelar Diklat Calon Pengawas Sekolah dan Calon Kepala Sekolah - Lensa Update
Trending
Loading...

22/06/21

Dispendik Kabupaten Probolinggo Gelar Diklat Calon Pengawas Sekolah dan Calon Kepala Sekolah


Kraksaan, Lensaupdate.com – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial (P4TK PKn dan IPS) Batu dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (LP2KSPS) Solo menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) calon pengawas sekolah dan calon kepala sekolah tahun 2021.

Diklat calon pengawas sekolah dan calon kepala sekolah ini dibuka secara resmi di aula Dispendik Kabupaten Probolinggo, Selasa (22/6/2021). Pembukaan ini dihadiri oleh Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi dan Kepala P4TK PKn dan IPS Batu Subandi beserta sejumlah narasumber dari P4TK PKn dan IPS Batu dan LP2KSPS Solo.

Kegiatan ini diikuti oleh 73 orang peserta meliputi 40 orang kepala sekolah dan 33 orang pengawa sekolah. Untuk calon kepala sekolah terdiri dari 31 orang jenjang SD dan 9 orang jenjang SMP serta pengawas sekolah terdiri dari 5 orang jenjang TK, 25 orang jenjang SD dan 3 orang jenjang SMP.

Diklat calon pengawas sekolah dan calon kepala sekolah ini akan menerapkan 4 (empat) sesi. Yakni, On The Job Training (OTJT) 1, In Service Training 1, On The Job Training 2 dan In Service Training 2. Untuk On The Job Training dilaksanakan di masing-masing lembaga pendidikan dan In Service Training dilaksanakan di SMPN 2 Kraksaan. Untuk diklat calon pengawas sekolah dilaksanakan mulai 22 Juni hingga 1 September 2021. Sedangkan untuk diklat calon kepala sekolah dimulai 22 Juni hingga 16 September 2021.
 

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi mengatakan bahwa di Kabupaten Probolinggo jumlah kepala sekolah yang merangkap untuk jenjang SD sebanyak 105 kepala sekolah dan jenjang SMP sebanyak 14 kepala sekolah. Hal ini dikarenakan kekurangan kepala sekolah. “Untuk pengawas sekolah, Kabupaten Probolinggo kekurangan pengawas sekolah sebanyak 29 orang untuk TK, 37 orang untuk SD dan 19 orang untuk SMP,” katanya.

Menurut Rozi, kepala sekolah dan pengawas sekolah di Kabupaten Probolinggo mengalami kekurangan dikarenakan sebelum 2 tahun terakhir ada 10 tahun moratorium CPNS. Hal itu menyebabkan kehilangan generasi muda untuk mendaftarkan CPNS yang berdampak kepada regenerasi kepala sekolah dan pengawas sekolah.

“Selain itu, banyak yang tidak berminat untuk menjadi kepala sekolah dan pengawas sekolah. Oleh karena itu, harapan kami nanti semuanya bisa lulus. Tetapi kembali lagi, segala perbuatan ini dinilai karena niatnya. Tidak cukup dengan penampilan saja, tetapi tunjukkan bahwa Bapak dan Ibu betul-betul layak untuk lulus,” tegasnya.

Rozi menegaskan bahwa seluruh Guru Tidak Tetap (GTT) di Kabupaten Probolinggo sudah memiliki Surat Keputusan (SK) Bupati Probolinggo. Hal itu berdampak kepada honornya, baik yang bersumber dari APBD maupun BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Sebab keberadaan GTT ini memiliki peran penting dalam keberlangsungan pendidikan di Kabupaten Probolinggo.


“Harapan kami tentunya semua bisa lulus supaya tidak ada kepala sekolah yang merangkap sehingga bisa lebih intens dalam mengurusi sekolah. Oleh karena itu, saya berharap seluruh calon kepala sekolah dan calon pengawas sekolah ini bisa aktif mengikuti kegiatan ini sesuai dengan semua aturan yang sudah ditentukan,” harapnya.

Sementara Kepala P4TK PKn dan IPS Batu Subandi mengungkapkan kegiatan diklat calon pengawas sekolah dan calon kepala sekolah ini dikemas untuk mendukung program sekolah penggerak. 

“Para calon pengawas sekolah dan calon kepala sekolah ini akan dikader untuk membentuk kepemimpinan pembelajaran yang pada ujungnya dapat membangun ekosistem pembelajaran di sekolah sehingga anak akan semakin gembira dan senang belajar di sekolah,” ujarnya.

Oleh karena itu Subandi mengharapkan agar begitu lulus para calon pengawas sekolah dan calon kepala sekolah harus mampu menerapkan hasil pembelajarannya sebagai upaya mewujudkan guru penggerak. Dimana pemimpin pembelajaran yang menerapkan merdeka belajar dan menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang berpusat pada murid. 

“Harapannya anak-anak semakin senang dan bahagia untuk sekolah. Paling tidak kalau sudah menjadi manager memiliki komitmen untuk memajukan sekolahnya, selalu koordinasi antar sesame serta komunikasi kepada bawahannya. Komunikasi ini wajib apalagi dengan media yang begitu mudah kita dapatkan,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dispendik Kabupaten Probolinggo Yunita Nur Laili menyampaikan  kegiatan ini bertujuan untuk memenuhi kekurangan pengawas sekolah dan kepala sekolah dengan harapan kalau semuanya lulus paling tidak bisa mengurangi data kekuranagn kepala selolah dan pengawas sekolah.

“Kami menghimbau kepada para peserta untuk tetap menjaga kesehatan sampai dengan pelaksanaan ini selesai serta mampu menunjukkan betul-betul kompetensi dirinya sehingga nantinya lulus 100 persen sebagai pengawas sekolah dan kepala sekolah,” harapnya. (Nabila Putri/Zidni Ilman)

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Lensa Update, Mengabarkan Secara Lugas.
Done