Wali Kota Probolinggo Sosialisasikan Nilai Tukar Pembudidaya Ikan - Lensa Update
Trending
Loading...

06/05/21

Wali Kota Probolinggo Sosialisasikan Nilai Tukar Pembudidaya Ikan


Kanigaran, Lensaupdate.com - Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin secara resmi membuka sosialisasi Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) yang digelar Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Kota Probolinggo, Kamis (6/5/2021) siang di ruang pertemuan Kantor Dispertahankan Kota Probolinggo di Jalan Soekarno-Hatta Kota Probolinggo.

Plt Kepala Dispertahankan Kota Probolinggo Yoyok Imam Siswahyudi mengatakan NTPi adalah alat pengukur kesejahteraan yang diperoleh dari perbandingan besarnya harga yang diterima pembudidaya ikan atau kemampuan tukar barang-barang (produk) perikanan budidaya yang dihasilkan dengan barang dan jasa yang diperlukan pembudidaya untuk konsumsi rumah tangga dan keperluan dalam memproduksi produk perikanan budidaya.

“Penghitungan nilai NTPi sendiri, diperoleh dari pengisian kuesioner melalui sampel pembudidaya yang disesuiakan dengan rumus yang telah ditentukan,” katanya seperti dilansir dari situs resmi Pemkot Probolinggo.

Selain itu, NTPi merupakan salah satu indikator kinerja utama Dispertahankan sehingga dalam prakteknya penghitungannya selalu rutin dilakukan per semester agar diketahui tingkat kesejahteraan pembudidaya dalam tahun berjalan sebagai langkah pengambilan kebijakan secara tepat.

"Sosialisasi ini bertujuan memberikan penjelasan tentang pembudidayaan ikan dan memberikan pemahaman kepada pembudidaya ikan dalam memberikan informasi data dan produksi budidaya. Serta untuk mendapatkan data penghitungan NTPi sebagai acuan kebijakan Pemkot Probolinggo," tegasnya.

Sementara Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin menyampaikan bahwa target produksi budidaya Provinsi Jawa Timur tahun 2021 sebesar 1,2 juta ton. Untuk Kota Probolinggo target produksi ikannya sendiri mencapai 328 ton.

“Hal ini memberikan peluang pembudidaya dapat lebih meningkatkan produksinya untuk mencapai target produksi tersebut. Dimana salah satu yang mendukung dalam peningkatan produksi adalah adanya sinergitas antara pusat, provinsi dan daerah. Sehingga berdampak pada ekonomi pembudidaya,” ungkapnya.

Wali Kota mengatakan, peningkatan ekonomi pembudidaya dapat dilihat dari pendapatan yang diterima dalam usaha produksi melalui penghitungan NTPi. “Bila indikator tingkat kesejahteraan masyarakat pembudidaya ikan adalah semakin tinggi nilai tukar pembudidaya ikannya, maka semakin meningkat pula kesejahteraan pembudidaya. Angka ini jadi indikator adanya perbaikan daya beli masyarakat tentunya,” tandasnya. (Redaksi)

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Lensa Update, Mengabarkan Secara Lugas.
Done