PAD Retribusi Pelayanan Tera dan Tera Ulang Capai Rp 66 Juta - Lensa Update
Trending
Loading...

31/05/21

PAD Retribusi Pelayanan Tera dan Tera Ulang Capai Rp 66 Juta


Kraksaan, Lensaupdate.com – Hingga akhir Mei 2021, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pelayanan tera dan tera ulang di Kabupaten Probolinggo mencapai Rp 66.119.000 atau 43% dari target sebesar Rp 155.000.000.

“Tahun 2021 ini kami ditarget PAD sebesar Rp 155.000.000 dari pelayanan tera dan tera ulang. Perolehan mulai Januari hingga Mei 2021 sudah tercapai 43% atau Rp 66.119.000,” kata Kepala UPT Metrologi Legal Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo Diyah Setyo Rini.

Untuk mencapai target PAD tersebut jelas Rini, pihaknya sudah melakukan sejumlah pelayanan tera dan tera ulang alat UTTP (Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya) baik di Kantor UPT Metrologi Legal dan luar kantor seperti pasar, SPBU hingga perusahaan.

“Kalau di pasar kita meminimalkan retribusi tera ulangnya. Karena rata-rata yang digunakan adalah timbangan kelas 3 dengan kapasitas tidak terlalu besar antara 10 hingga 100 kg. Sementara kalau yang ada di perusahaan itu alat UTTP yang digunakan adalah kelas 2,” jelasnya.

Menurut Rini, besaran tarif yang dikenakan pada alat UTTP dalam pelayanan tera dan tera ulang ini dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Retribusi Jasa Umum dan Peraturan Bupati (Perbup) Probolinggo Nomor 44 Tahun 2020 Tentang Penyesuaian Tarif Tera Ulang.   

“Kami sudah mengusulkan perubahan Perda untuk penyesuaian tarif tera ulang dan sudah disetujui oleh DPRD Kabupaten Probolinggo. Berdasarkan informasi dari Bagian Hukum, saat ini masih sedang dilakukan evaluasi di tingkat Provinsi Jawa Timur,” terangnya.

Rini mengaku sangat optimis target PAD dari pelayanan tera dan tera ulang tersebut akan tercapai diatas 100%. Hal ini melihat dari capaian realisasi tahun 2020 lalu, dari target Rp 155.000.000 pada akhir tahun tercapai sebesar Rp 159.226.000.

“Capaian tersebut diperoleh dari pelayanan tera dan tera ulang yang kami lakukan pada alat UTTP pedagang pasar maupun perusahaan. Penyumbang terbesar berasal dari pelayanan tera dan tera ulang di tempat atau perusahaan. Memang selama ini perusahaan sangat tertib dalam melakukan tera ulang,” tegasnya.

Lebih lanjut Rini menambahkan selama ini pelayanan tera dan tera ulang sudah dilakukan secara maksimal sesuai dengan ketentuan metrologi legal. Semua ini dilakukan dalam rangka untuk melindungi konsumen dengan memastikan kebenaran alat UTTP yang digunakan oleh pedagang maupun perusahaan.

“Mudah-mudahan dengan upaya ini kami mampu mencapai target PAD dari pelayanan tera dan tera ulang yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,” pungkasnya. (Nabila Putri/Zidni Ilman)

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Lensa Update, Mengabarkan Secara Lugas.
Done