Rapat Anggota Pegang Kekuasaan Tertinggi Dalam Pengambilan Keputusan Koperasi - Lensa Update
Trending
Loading...

04/02/21

Rapat Anggota Pegang Kekuasaan Tertinggi Dalam Pengambilan Keputusan Koperasi


Dringu, Lensaupdate.com - Koperasi adalah kumpulan orang/anggota yang mengikatkan diri atas kepentingan ekonomi yang sama, yang dijiwai oleh semangat kebersamaan dan tolong menolong. Anggota adalah pemilik koperasi dan pengurus/pengawas merupakan pengelola dan pelaksana amanah anggota.

Statemen tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto ketika menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Wanita (Kopwan) Kartini membahas dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas tahun buku 2020 di aula KPRI Prastiwi Kabupaten Probolinggo, Kamis (4/2/2021).

Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan anggota Kopwan Kartini karena masih dalam pandemi Covid-19 ini dihadiri oleh Penasehat Kopwan Kartini yang juga Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Probolinggo Hj. Sudjilawati Soeparwiyono dan Ketua Kopwan Kartini Dewi Korina bersama segenap pengurus. 

“Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi didalam pengambilan keputusan di koperasi dan kewujudan pelaksanaan prinsip demokrasi, transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola koperasi,” kata Anung.

Untuk itu saat ini koperasi harus benar-benar out off the box (keluar dari kebiasaan) dan harus melakukan inovasi atau re-desain, organisasi dan usaha untuk menjaga kualitas pelayanan kepada anggota, menjaga kredibilitas koperasi dan menjaga kebersinambungan usaha koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan anggota

“Pandemi Covid-19 jelas sangat berdampak secara ekonomi bagi masyarakat secara umum, koperasi dan anggotanya secara khusus. Tetapi koperasi tetap harus memberikan pelayanan prima dan tidak diperbolehkan mengurangi hak-hak pelayanan bagi anggota, dengan menggunakan dalih dampak pandemi Covid-19,” jelasnya.

Anung menerangkan di tengah anomaly koperasi di Indonesia, gerakan koperasi di Indonesia membuktikan bahwa koperasi adalah kekuatan ekonomi rakyat yang menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Hikmah besar dibalik pandemi Covid-19 terhadap koperasi, semakin memperkokoh kiprahnya dan manfaatnya sebagai sokoguru perekonomian bangsa yang berlandaskan atas azas kekeluargaan dan gotong royong. Hal ini merupakan keniscayaan menjadi sebuah pilar ekonomi kekuatan bangsa di tengah sulitnya ekonomi dampak pandemi Covid-19,” tegasnya.

Sementra Penasehat Kopwan Kartini Hj. Sudjilawati Soeparwiyono mengungkapkan Kopwan Kartini merupakan koperasi milik dari Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Probolinggo. Oleh karena itu, anggota dari Dharma Wanita Persatuan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) harus menjadi anggota Kopwan Kartini.

“Jadi semua Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Probolinggo dan Kecamatan harus ikut dalam Kopwan Kartini. Kalau tidak menjadi anggota, maka anggotanya akan banyak berkurang. Sebab antara yang masuk dan keluar lebih banyak yang keluar,” ungkapnya.

Istri Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo ini menyampaikan kalau tidak ada penambahan anggota dari Dharma Wanita Persatuan OPD, maka nanti bisa-bisa habis anggota dari Kopwan Kartini. 

“Sekali lagi harapan saya semua pengurus Dharma Wanita Persatuan harus bergabung di Kopwan Kartini, baik tingkat kabupaten maupun kecamatan. Kalau ingin SHU (Sisa Hasil Usaha) bertambah, maka harus rajin-rajin mencari anggota. Salah satunya dari pengurus Dharma Wanita Persatuan yang ada di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Sedangkan Ketua Kopwan Kartini Dewi Korina mengaku sangat bersyukur karena laporan pertanggung jawaban pengurus dan pengawas tahun buku 2020 dapat diterima oleh semua anggota dan dapat disahkan.

“Ini merupakan sebuah penghargaan tertinggi bagi kami pengurus dan pengawas lama, karena yang paling kami harapkan adalah diterimanya laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas tahun buku 2020,” ungkapnya.

Dari sisi waktu jelas Dewi, RAT ini maju satu bulan lebih. Jadi ini juga upaya dari pengurus dan pengawas tepat waktu dalam penyampaian laporan pertanggungjawaban. Walaupun dari sisi SHU itu lebih kecil, tetapi dari sisi modal sebenarnya tambah besar. 

“SHU memang berkurang karena lebih banyak diberikan kepada anggota berupa bingkisan hari raya. Anggota bisa memahami karena itu merupakan amanat dari anggota,” pungkasnya. (Reny Kartika/Zidni Ilman)

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Lensa Update, Mengabarkan Secara Lugas.
Done