Satlantas Polres Probolinggo Gelar Donor Darah Massal - Lensa Update
Trending
Loading...

18/09/20

Satlantas Polres Probolinggo Gelar Donor Darah Massal


Pajarakan, Lensaupdate.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Probolinggo bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten dan Kota Probolinggo menggelar bakti sosial donor darah massal, Jum’at (18/9/2020).

Donor darah massal ini diikuti oleh anggota dan masyarakat umum secara bergilir dihadiri oleh Wakapolres Probolinggo Kompol Agung Setiono didampingi Kasatlantas AKP Purwanto Sigit Raharjo.

“Kami menggelar aksi kemanusian berupa donor darah yang diikuti oleh anggota dan masyarakat umum. Karena memang selama pandemi COVID-19 ini, ketersediaan stok darah kurang,” kata Wakapolres Probolinggo Kompol Agung Setiono.

Dalam kegiatan donor darah kali ini terkumpul 57 kantong darah. Yakni untuk PMI Kabupaten Probolinggo meliputi golongan A ada 5 kantong, golongan B sebanyak 6 kantong, golongan AB ada 4 kantong dan golongan O didapat 14 kantong. Sedangkan untuk PMI Kota Probolinggo mendapat 8 kantong golongan A, 10 kantong golongan B, 1 kantong golongan AB dan 8 kantong golongan O.

“Kegiatan donor darah ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-65 yang jatuh pada 22 September nanti. Semoga sumbangsih ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” harap Wakapolres Probolinggo.

Sementara Humas Unit Transfusi Darah PMI Kabupaten Probolinggo Intan Nuraini mengungkapkan stok darah yang tersedia saat ini sangat minim sekitar 68 kantong. Rinciannya untuk golongan A sebanyak 25 kantong, golongan B sebanyak 24 kantong, golongan O sebanyak 14 kantong dan golongan AB sebanyak 5 kantong. Padahal PMI Kabupaten Probolinggo melayani kebutuhan darah untuk 6 rumah sakit.

“Jumlah itu sebenarnya kurang bagus. Idealnya 50 kantong per golongan per hari. Amannya ya 20 kantong dan khusus AB 10 kantong. Kita sendiri tidak bisa memprediksi berapa kebutuhan tiap harinya. Adanya donor darah oleh Polres Probolinggo tentunya cukup membantu,” ujarnya.

Intan mengakui memang selama pandemi COVID-19 berlangsung, banyak warga yang tidak mau mendonorkan darahnya. "Selama pandemic COVID-19, stok darah cenderung menurun karena banyak yang tidak keluar rumah dan berinteraksi dengan orang. Jadi kita yang aktif menghubungi pendonornya untuk jemput bola,” pungkasnya. (Desi Wulandari/Fastabiqul Khoirot)

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Lensa Update, Mengabarkan Secara Lugas.
Done