RSUD dr. Mohamad Saleh Probolinggo Miliki Alat Pemisah Komponen Darah - Lensa Update
Trending
Loading...

01/06/20

RSUD dr. Mohamad Saleh Probolinggo Miliki Alat Pemisah Komponen Darah

Probolinggo, Lensaupdate.com - Saat ini RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo kini sudah bisa menerapi seseorang dengan kelainan darah dengan menggunakan apheresis. Selain untuk terapi pasien yang mengalami gangguan darah, alat ini juga bisa membantu pasien COVID-19.

Plt Direktur RSUD dr Mohamad Saleh dr Abraar HS Kuddah mengungkapkan apheresis bisa membantu pasien COVID-19 melakukan terapi dengan proses mendongkrak antibodi.

“Biasanya diterapkan untuk pasien COVID-19 kritis atau emergency yang membutuhkan antibodi. Tujuan dasar kami adalah mempercepat penanggulangan COVID-19 dengan memberikan terapi alternatif terbaik,” katanya seperti dikutip dari www.https://portal.probolinggokota.go.id, Senin (1/6/2020).

Pemenuhan alat medis di RSUD terus dilakukan, setelah beberapa waktu lalu membeli alat tes swab PCR (Polymerase Chain Reaction), kini rumah sakit di Jalan Panjaitan itu sudah punya apheresis. Dengan keberadaan alat-alat tersebut, RSUD memberikan kemudahan pelayanan kesehatan cukup di Kota Probolinggo saja.

“Untuk masyarakat tidak perlu takut lagi berobat ke RSUD. Satu langkah akan kami capai yaitu penempatan pasien COVID-19 akan kami taruh di satu gedung khusus sehingga tidak menulari pasien lain,” tegas dr Abraar.

dr. Abraar mengaku akan selalu mensupport rekan-rekannya berkarya dan berkiprah di dunia kesehatan. “Kami ingin merubah paradigma RSUD ini jadi rumah sakit yang memberikan pelayanan asal-asalan. Kami ingin merubah RSUD yang lebih baik dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Kota Probolinggo,” tegas dokter spesialis bedah ini.

Sebagai jajaran pengurus RSUD dr Mohamad Saleh, ia juga terus berpesan kepada masyarakat untuk mengikuti aturan protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, menjaga physical distancing dan menjaga kebersihan.

Alat pemisah komponen darah atau apharesis ini sifatnya portable, bisa mobile ke ruangan-ruangan rawat inap jika dibutuhkan. Secara teknis, dokter spesialis patologi klinik di RSUD dr Mohamad Saleh dr Boby Mulyadi mengungkapkan untuk pasien COVID 19 terapi yang digunakan adalah plasma pasien COVID-19 yang sudah sembuh diambil dengan alat ini.

Kemudian dimasukkan atau ditransfusikan ke pasien COVID dengan kriteria berat atau parah. “Jadi penelitian di luar negeri itu, ada 19, ada 5 orang yang membaik dengan pemberian terapi menggunakan alat ini,” tutur dr Boby.

"Bahkan penelitian menyebutkan hampir 50 macam jenis penyakit yang berkaitan dengan darah bisa diterapi dengan alat pendukung ini. Cara kerja alat ini, komponen patologis yang jelek di-saring atau buang, komponen yang baik dikembalikan ke tubuh pasien,” pungkasnya. (Aulia Puspita/Zidni Ilman)

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Lensa Update, Mengabarkan Secara Lugas.
Done