DPKH Probolinggo Berikan Pelayanan Semi Aktif Melalui Klinik Hewan - Lensa Update
Trending
Loading...

12/03/20

DPKH Probolinggo Berikan Pelayanan Semi Aktif Melalui Klinik Hewan

Dringu, Lensaupdate.com – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo memberikan pelayanan semi aktif (house call) di Klinik Hewan Kabupaten Probolinggo, Rabu (11/3/2020).

Salah satu pelayanan yang diberikan adalah melakukan penanganan terhadap kasus torsio uteri dan hernia umbilicalis yang dialami oleh ternak milik Sohid asal Dusun Solor Desa Purut Kecamatan Lumbang.

Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Yahyadi mengatakan pelayanan medis di luar klinik hewan dilakukan berdasarkan laporan tenaga kesehatan hewan di lapangan bahwa terjadi kasus torsio uteri pada induk sapi sehingga terjadi kesulitan melahirkan. “Selanjutnya, klinik hewan mengirimkan tim ke lokasi untuk melaksanakan penanganan medis (pertolongan kelahiran),” katanya.

Menurut Yahyadi, pelayanan ini diberikan setelah tenaga kesehatan hewan di lapangan melaporkan kasus kesulitan melahirkan pada sapi potong yang diduga penyebabnya adalah torsio uteri. Tim kesehatan hewan dikirimkan ke lokasi untuk membantu proses pertolongan kelahiran.

“Alhamdulillah, pedet lahir dengan selamat dan induk dalam keadaan sehat. Akan tetapi setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan pada pedet ditemukan adanya kelainan pada umbilicus (pusar) pedet,” jelasnya.

Yahyadi menerangkan ditemukan indikasi hernia umbilicalis sehingga harus dilakukan penanganan lebih lanjut dengan cara menutup atau mempersempit lubang pusar (cincin umbilicalis) pada dinding perut pedet. “Beberapa kasus hernia umbilicalis pada sapi dapat sembuh dengan sendirinya tetapi sebagian besar memerlukan tindakan operasi untuk mengatasinya,” terangnya.

Dalam kasus ini jelas Yahyadi, apabila tidak dilakukan penanganan maka akan terjadi penonjolan usus, organ atau sebagian organ di dalam perut melalui cincin umbilikalis yang terbuka. “Kejadian hernia umbilicalis ini merupakan kondisi yang tidak berbahaya tetapi akan berkibat fatal jika diikuti dengan rupturnya gastrointestinal akibat tercepit cincin hernia,” pungkasnya. (Dewi Agustina/Zidni Ilman)

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Lensa Update, Mengabarkan Secara Lugas.
Done