-->
  • Jelajahi

    Copyright © Lensa Update
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Recent Posts

    Baznas Kabupaten Probolinggo Berikan Pelatihan Perawatan Jenazah

    6/9/21, 18:52 WIB Last Updated 2021-06-09T11:52:08Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Kraksaan, Lensaupdate.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) memberikan pelatihan perawatan jenazah di aula Kantor PCNU Kota Probolinggo di Jalan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan, Rabu dan Kamis (9-10/6/2021).

    Pelatihan perawatan jenazah ini diikuti oleh 50 orang dan dibagi dalam 2 (dua) sesi yang masing-masing diikuti oleh 25 orang. Selain mendapatkan materi, para utusan MWCNU di Kabupaten Probolinggo ini juga melakukan praktek langsung perawatan jenazah.

    Selama kegiatan mereka mendapatkan materi berupa masalah gambaran umum perawatan jenazah oleh Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan serta teknis dan tata cara perawatan jenazah oleh Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo H. Moh. Barzan Ahmadi.

    Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzamil bersama sejumlah Komisioner Baznas Kabupaten Probolinggo serta Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan KH Syihabuddin Sholeh.

    “Selama ini banyak temuan yang dilakukan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU). Kebanyakan orang yang merawat jenazah itu tidak sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Seperti orang perempuan yang bukan muhrimnya memandikan jenazah laki-laki dan sebaliknya orang laki-laki yang bukan muhrimnya memandikan jenazah perempuan,” kata Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzamil.

    Oleh karena itu jelas Muzamil, ke depan pihaknya akan memperbanyak pelatihan-pelatihan di setiap dusun ataupun desa supaya ada penambahan kader-kader yang bisa merawat jenazah dengan baik.

    “Misalnya di satu dusun hanya ada satu orang yang bisa memandikan dan mengkafani jenazah. Kemudian ada orang yang meninggal, ternyata orang tersebut tidak ada sehingga harus menunggu orang yang paham. Problem inilah yang membuat Baznas ingin mensupport bagaimana ada tambahan tenaga yang bisa merawat jenazah sehingga ketika ada orang meninggal tidak repot-repot untuk mencari orang yang mau memandikan dan mengkafani jenazah,” jelasnya.

    Menurut Muzamil, orang yang memandikan dan mengkafani jenazah ini adalah orang-orang yang terampil merawat jenazah serta orang yang tegar dan tidak takutan ketika berhadapan dengan jenazah.

    “Sebagai tindak lanjut, kami mewanti-wanti para utusan MWCNU ini supaya memfasilitasi dengan mengadakan pelatihan perawatan jenazah di masing-masing ranting sehingga ada gerakan dinamis untuk menularkan ilmunya di tingkat bawah,” tegasnya.

    Melalui kegiatan ini Muzamil berharap semoga perawatan jenazah bisa dilakukan sesuai dengan ketentuan syariat Islam dan kebutuhan terhadap tenaga relawan yang tegar uutuk merawat jezanah tidak ada kekurangan sehingga jika ada anggota keluarga masyarakat yang meninggal dunia bisa langsung ditangani dengan baik.

    “Kami menghimbau kepada kepada masyarakat, terutama para alumni pondok pesantren yang mempunyai jiwa tegar, mari bersatu dan bersama-sama untuk melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan terhadap kifayah,” harapnya. (Nabila Putri/Zidni Ilman)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini