-->
  • Jelajahi

    Copyright © Lensa Update
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Recent Posts

    Perkosa Anak Pemilik Warkop, Pemuda Asal Kecamatan Bantaran Diamankan Polisi

    5/23/21, 22:53 WIB Last Updated 2021-05-23T15:53:09Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Pajarakan, Lensaupdate.com - AEP (21), warga Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo diamankan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) bersama Opsnal Satreskrim Polres Probolinggo. Sebab AEP diduga menyetubuhi anak pemilik warung kopi yang berusia 15 tahun warga Kecamatan Tegalsiwalan.

    Warga Kecamatan Bantaran ini diamankan Jum'at (21/5/2021) sekitar pukul 14.00 WIB di jalan umum masuk Kecamatan Bantaran. Sehari-hari, korban yang berinisial PU ini membantu orang tuanya berjualan kopi di warung kopi yang menjadi satu kompleks dengan rumah yang ditinggalinya.

    Menurut Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso, kejadian persetubuhan itu terjadi pada bulan Desember 2020. Saat kejadian, orang tua korban sedang tidak ada di rumah. Korban seorang diri melayani para pembeli yang biasanya ngopi di warung milik orang tuanya tersebut.

    Tidak lama kemudian pelaku datang untuk membeli kopi. Setelah melihat warung dan rumah korban sepi, AEP lantas membujuk korban untuk berhubungan intim. Namun, korban menolak. Karena ditolak, pelaku pun memaksa dan mendekap tubuh korban.

    Korban berusaha berontak, namun tenaganya kalah kuat oleh pelaku. AEP juga membekap mulut korban sehingga tidak bisa berteriak. Tidak hanya itu, pelaku juga mengancam korban jika berteriak. Alhasil, korban pun tak bisa berbuat banyak. “Selama ini pelaku memang sering ngopi di warung itu,” kata AKP Rizky, Sabtu (22/5/2021).

    Setelah selesai memuaskan hasratnya, pelaku langsung pulang. Ketika orang tua korban sampai di rumah, korban langsung menceritakan perbuatan keji pelaku. Tak terima, orang tuanya langsung melapor ke Mapolres Probolinggo. “Setelah mendapat laporan, kami lakukan serangkaian penyelidikan,” jelasnya/

    Dari hasil penyelidikan itu, polisi berhasil mengantongi nama dan keberadaan pelaku. Butuh waktu cukup lama sekitar 5 bulan sebelum polisi berhasil meringkus AEP. Akibat perbuatan itu, pelaku dijerat dengan pasal 76 D Jo pasal 81  UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (Redaksi)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini