-->
  • Jelajahi

    Copyright © Lensa Update
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Recent Posts

    Apapun Varian Virusnya, Wajib Terapkan Protokol Kesehatan 5M

    5/20/21, 06:48 WIB Last Updated 2021-05-19T23:48:03Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Kraksaan, Lensaupdate.com - Sejak Kementerian Kesehatan RI mengumumkan bahwa virus penyebab Covid-19 varian baru dari India (B.1617) dan Afrika Selatan (B.1351) telah ditemukan di Indonesia, informasi tersebut sempat menyebabkan ketakutan dan kekhawatiran di masyarakat mengenai efek yang dapat muncul dari varian baru tersebut.

    Menurut CDC, varian Afrika Selatan terbukti meningkatkan penularan Covid-19 sebesar ± 50% dan varian India diduga meningkatkan penularan Covid-19 dan menyebabkan kenaikan kasus drastis di India.

    “Dari kedua pernyataan tersebut, jumlah kasus Covid-19 serta komorbid atau kematian yang diakibatkan dapat sangat meningkat di Indonesia akibat masuknya varian India dan Afrika Selatan,” kata Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica.

    Berdasarkan penelitian NERVTAG; Pearson 2021, menyatakan bahwa varian Afrika Selatan (B.1351) diduga meningkatkan derajat keparahan bila terinfeksi dan varian India (B.1617) belum terbukti meningkatkan derajat keparahan bila terinfeksi.

    “Dari penelitian Planas 2021, menyatakan bahwa varian Afrika Selatan tidak terbukti menyebabkan gejala dan perjalanan penyakit yang berbeda dengan gejala Covid-19 pada umumnya. Begitu pula dengan varian India hingga saat ini belum ada bukti menyebabkan gejala dan perjalanan penyakit yang berbeda dengan gejala Covid-19 pada umumnya,” jelasnya.

    Menurut Dewi, hal yang perlu dikhawatirkan dari varian Afrika Selatan dan India yang sudah masuk ke Indonesia adalah bahwa varian virus Afrika Selatan memiliki mutasi E484K (EEK) yang terbukti menurunkan efektivitas beberapa vaksin Covid-19 dan berpotensi menyebabkan reinfeksi (berdasarkan penelitian Planas,2021; CDC dan NERVTAG).

    “Sedangkan varian India perlu dikhawatirkan karena memiliki 2 kombinasi mutasi yang sebelumnya belum pernah ditemukan divarian Covid-19 lain sehingga menyebabkan peningkatan kemampuan menularkan dan menurunkan kemampuan vaksin dan menyebabkan reinfeksi,” tegasnya.

    Kesimpulannya jelas Dewi, vaksin AstraZeneca lebih besar manfaatnya dibandingkan risikonya. Sehingga apapun varian virusnya, maka menjadi kewajiban kita membantu pemerintah dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan 5M. “Memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, mengurangi mobilitas yang tidak perlu dan menghindari kerumunan agar pandemi ini segera berakhir,” pungkasnya. (Nabila Putri/Zidni Ilman)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini