-->
  • Jelajahi

    Copyright © Lensa Update
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Recent Posts

    Tingkatkan Kapasitas Dokter Terkait Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi

    4/29/21, 23:29 WIB Last Updated 2021-04-29T16:29:17Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Kraksaan, Lensaupdate.com - Sebanyak 4 (empat) puskesmas di Kabupaten Probolinggo mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas dokter lokus percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) tahun 2021 melalui blended learning dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

    Hal tersebut dikarenakan Kabupaten Probolinggo masuk Lokus Penurunan 120 AKI AKB tahun 2021 se-Indonesia. Keempat puskesmas tersebut diantaranya Puskesmas Kraksaan, Puskesmas Gending, Puskesmas Maron dan Puskesmas Bantaran.

    Pelatihan dilaksanakan selama 5 minggu dimulai dari tanggal 27 Maret sampai 29 April 2021 dengan agenda Sabtu sesi online, Senin hingga Rabu OJT dari RSUD Waluyo Jati Kraksaan serta Kamis hingga Jum’at tugas mandiri.

    Mereka didampingi oleh mentor dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr. Yessi Rahmawati Sp.OG(K), dokter spesialis penyakit dalam dr. Nanik Sp.Pd, dan dokter spesialis anak dr. M. Reza Sp.A(K).

    “Bagi dokter umum di puskesmas harus mampu melaksanakan deteksi sedini mungkin pada ibu hamil yaitu dengan USG dasar terbatas,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Sutilah.

    Menurut Sutilah, untuk bayi harus mampu melakukan penanganan awal pada kegawat daruratan bayi yang membutuhkan alat berupa Neopup atau Jacson Rees. “Maka dibutuhkan alat-alat untuk bisa menurunkan AKI dan AKB,” jelasnya.

    Sutilah menerangkan, peningkatan kualitas pelayanan bagi ibu dan bayi merupakan salah satu strategi percepatan penurunan AKI dan AKB sebagai program prioritas nasional. Oleh karena itulah, Kementerian Kesehatan menetapkan Kabupaten Probolinggo lokus percepatan penurunan AKI dan AKB yang dilakukan secara bertahap dari tahun 2020-2024.

    “Peningkatan kapasitas dokter terkait pelayanan kesehatan ibu dan bayi yang dilakukan secara blended learning (metode pembelajaran campuran antara mandiri-online dan On The Job Training) ini merupakan salah satu intervensinya,” pungkasnya. (Nabila Putri/Zidni Ilman)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini