-->
  • Jelajahi

    Copyright © Lensa Update
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Recent Posts

    Stok Beras Cukup Sampai April 2022

    4/15/21, 08:13 WIB Last Updated 2021-04-15T01:13:22Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Kraksaan, Lensaupdate.com – Stok beras yang ada di Bulog Probolinggo per 8 April 2021 sebanyak 13.465 ton setara beras. Jumlah ini masih mampu untuk mencukupi kebutuhan beras di Kabupaten Probolinggo sampai dengan bulan April 2022. Selain itu, Bulog melakukan penyerapan beras per 8 April 2021 sebanyak 5,143 ton.

    Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Probolinggo Susilo Isnadi. Menurutnya, angka tersebut didapatkan dari laporan hasil rapat koordinasi/High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Probolinggo. 

    “Rakor ini bertujuan dalam rangka upaya pengendalian inflasi daerah dan antisipasi ketersediaan, keterjangkauan harga serta kelancaran distribusi bahan pokok dan barang strategis lainnya pada Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 H dalam situasi pandemi Covid-19,” katanya.

    Menurut Susilo, Harga Eceran Tertinggi (HET) beras mengacu pada Permendag Nomor 57 Tahun 2017. Untuk beras medium Rp 9.450/kg dan beras premium Rp 12.800/kg. Luas areal panen padi per Maret 2021 mencapai 10.000 hektar.

    “Analisa ketersediaan pangan dihitung dengan rumus ketersediaan pangan – konsumsi (dengan asumsi konsumsi beras di Kabupaten Probolinggo sebanyak 88,6 kg/orang/tahun). Yang jelas stok beras kemarin masih cukup untuk satu tahun ke depan. Karena sudah ada yang sudah panen padi di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya. 

    Selain beras jelas Susilo, stok LPG 3 Kilogram bersubsidi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat untuk bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah. “Kami juga sudah mempunyai langkah untuk mengajukan kuota tambahan sebagai antisipasi jika nanti terjadi kekurangan LPG 3 Kilogram bersubsidi,” terangnya.

    Susilo menjelaskan untuk stok BBM Kendaraan Bermotor di Kabupaten Probolinggo juga masih cukup. Pihaknya juga sudah mengajukan kuota cadangan. “Jika nanti dibutuhkan kuota cadangan itu baru dikeluarkan. Tetapi karena masih masa pandemi Covid-19, saya yakin tidak akan memakai kuota cadangan karena tidak ada mudik lebaran,” tegasnya. 

    Hanya saja yang menjadi kekhawatiran kata Susilo adalah stok gula pasir di Kabupaten Probolinggo. Sebab di PG Wonolangan stoknya tersedia sebanyak 400 ton, tetapi stok tersebut sudah diorder sehingga tidak ada stok lagi. 

    “Ini yang menjadi perhatian kita karena gula menjadi kebutuhan pokok, terutama di bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah. Stok gula ini diorder oleh beberapa kelompok-kelompok yang ada di luar daerah. Misalnya untuk grup arisan gula yang akan dibagikan jelang lebaran,” ujarnya.

    Sementara untuk daging dan telor tidak ada masalah karena stoknya cukup. Daging ayam, ayam ras dan buras serta telor kuotanya mencukupi. Namun yang sedikit bergolak adalah cabai rawit yang harganya sempat tinggi dan saat ini sudah cenderung stabil masih Rp 45 ribu per kilogram.

    “Kita mempunyai Sistem Informasi Kebutuhan Pokok dan pemantauan update harga pasar bekerja sama dengan Disperindag untuk komoditas strategis. Apabila terjadi kekurangan di bulan Ramadhan, kita akan melakukan operasi pasar kerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Bulog serta Hiswana Migas (Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas). Jadi sebenarnya untuk Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tidak perlu ada yang dikhawatirkan semua stok cukup, hanya gula karena stoknya memang kosong,” akunya.

    Susilo menegaskan strategi dalam pengendalian inflasi di daerah itu ditentukan oleh 4K meliputi ketersediaan pasokan bahan kebutuhan pokok, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif.

    “Tingkat inflasi di Kabupaten Probolinggo pada bulan Maret 2021 sebesar 0,18%, tahun kalender 0,51% dan inflasi tahunan sebesar 1,56% (year on year/y o y). Sedangkan inflasi tahunan (y o y) Jawa Timur sebesar 0,65% dan inflasi nasional sebesar 0,44%. Tingkat daya beli masyarakat juga perlu dijaga khususnya dalam masa pandemi Covid-19 karena sangat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

    Lebih lanjut Susilo menambahkan sekarang inflasi di Kabupaten Probolinggo masuk dalam kategori rendah meskipun belum deflasi. Rendahnya inflasi ditengarai menurunnya daya beli masyarakat karena masih pandemi Covid-19, belum musim panen dan lain sebagainya.

    “Kalau terjadi penurunan daya beli tentunya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu kami berharap laju inflasi di Kabupaten Probolinggo stabil. Tetapi untuk saat ini inflasi di Kabupaten Probolinggo tidak terlalu mengkhawatirkan. Posis kita berada di atas nasional dan dibawah Jawa Timur,” pungkasnya. (Nabila Putri/Zidni Ilman)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini