-->
  • Jelajahi

    Copyright © Lensa Update
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Recent Posts

    Puskesmas Maron Tempat Persinggahan Pekerja Migran Indonesia

    4/28/21, 08:51 WIB Last Updated 2021-04-28T01:51:44Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Kraksaan, Lensaupdate.com – Seiring dengan banyaknya Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Probolinggo yang baru tiba dari luar negeri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) membuka Puskesmas Maron sebagai rumah sehat untuk persinggahan PMI/TKI sambil menunggu hasil swab sebanyak 2 kali negatif.

    “Sebagai rumah sehat persinggahan Pekerja Migran Indonesia, kami sudah menyiapkan sebanyak 30 Tempat Tidur (TT) di Puskesmas Maron. Tempat persinggahan ini dibuka sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Probolinggo,” kata Sekretaris Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Dyah Kuncarawati.

    Untuk teknis dan prosedur karantina bagi PMI jelas Dyah, Pekerja Migran Indonesia setelah melakukan swab PCR (Polymerase Chain Reaction) negatif di Asrama Haji Sukolilo Surabaya akan dijemput oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo.

    “Selanjut Pekerja Migran Indonesia ini langsung dibawa ke Puskesmas Maron untuk dilakukan karantina lanjutan selama 5 hari. Di Puskesmas Maron mereka akan di swab PCR lagi,” jelasnya.

    Menurut Dyah, jika hasil swab PCR negatif PMI ini akan lanjut melakukan karantina desa sampai 14 hari dihitung sejak masuk karantina Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Jika hasilnya positif, maka PMI akan langsung dipindahkan ke Puskesmas Paiton untuk menjalani karantina lanjutan selama 14 hari.

    “Selama berada di tempat karantina dan sambil menunggu keluarnya hasil swab PCR, kegiatan yang dilakukan diantaranya olahraga, konseling psikologi dan tausiyah/doa,” tegasnya. 

    Jika hasil swab PCR positif terang Dyah, maka penanganannya akan mengikuti juknis seperti biasanya dengan dilakukan karantina selama 14 hari sejak swab dinyatakan positif. “Untuk di Puskesmas Maron, pasien umum rawat jalan tetap berjalan seperti biasanya. Namun yang rawat inap bisa dirujuk ke puskesmas rawat inap yang lain,” tambahnya.

    Oleh karena itulah, Dyah mengharapkan agar setiap desa menyiapkan tempat karantina bagi PMI yang baru saja datang dari luar negeri. Dengan demikian bisa menjadi tempat persinggahan bagi PMI sebelum berkumpul bersama keluarganya.

    “Dengan adanya tempat persinggahan di Puskesmas Maron ini kita berharap Kasus Covid-19 di Kabupaten Probolinggo bisa terkendali. Tidak ada kenaikan yang signifikan, karena kita melakukan pengawasan yang sangat rigid,” pungkasnya. (Nabila Putri/Zidni Ilman)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini