-->
  • Jelajahi

    Copyright © Lensa Update
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Recent Posts

    Puluhan Warga Desa Tambak Ukir Dilatih Diversifikasi Produk Unggulan Kolang Kaling

    4/6/21, 21:20 WIB Last Updated 2021-04-06T14:20:20Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Kraksaan, Lensaupdate.com – Sebanyak 30 orang warga Desa Tambak Ukir Kecamatan Kotaanyar mendapatkan pelatihan diversifikasi produk unggulan kolang kaling dalam rangka program pemanfaatan potensi lokal sebagai produk unggulan dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo, Selasa dan Rabu (6-7/4/2021).

    Kegiatan yang digelar di Pawon Bapake Jeje Kraksaan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto didampingi Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Zulkarnain.

    Selama kegiatan warga Desa Tambak Ukir ini mendapatkan pelatihan diversifikasi produk unggulan kolang kaling dari narasumber yang berasal dari Tim Universitas Brawijaya Malang. Produk yang dibuat diantaranya kerupuk kolang kaling, selai kolang kaling, sirup kolang kaling, dodol kolang kaling dan manisan kolang kaling.

    Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan kolang kaling merupakan salah satu potensi yang dimiliki oleh Desa Tambak Ukir Kecamatan Kotaanyar. Kolang kaling di desa tersebut sangat melimpah namun belum maksimal pengolahannya bahkan malah terbuang.

    “Padahal manfaat kolang kaling tersebut salah satunya adalah untuk mencegah osteoporosis atau pengapuran pada tulang, mencegah anemia, mengobati radang sendi, menjaga imunitas tubuh dan masih banyak lagi. Sangat disayangkan bila kolang kaling yang kaya manfaat terbuang begitu saja,” katanya.

    Menurut Anung, dengan adanya pelatihan ini diharapkan ada peningkatan nilai ekonomis terhadap kolang kaling. Yang awalnya tidak bernilai dengan sedikit sentuhan sudah bisa bernilai dan bisa membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga bahkan kesejahteraan masyarakat, lebih-lebih nanti bisa diangkat sebagai produk unggulan.

    “Kami berharap dengan kegiatan ini ke depan di Desa Tambak Ukir tidak ada lagi kolang kaling yang terbuang dan nanti masyarakat Kecamatan Kotaanyar bisa tumbuh wirausaha-wirausaha baru yang handal. Tentunya harus diimbangi dengan semangat dan kemauan yang kuat agar bisa tercapai keinginan menjadi wirausaha yang tangguh dan sukses,” harapnya. 

    Anung menerangkan pelatihan diversifikasi produk unggulan kolang kaling ini merupakan salah satu upaya Pemkab Probolinggo dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tengah masa pandemi Covid-19. “Mudah-mudahan dengan kegiatan ini ekonomi masyarakat kembali bisa menggeliat dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada di Desa Tambak Ukir Kecamatan Kotaanyar,” terangnya.

    Sementara Dosen Universitas Brawijaya Malang Angga Wira Perdana menerangkan untuk mengolah kolang kaling itu sangatlah mudah dan murah. Pasalnya alat-alat yang digunakan cukup menggunakan peralatan yang ada di rumah.

    “Pertama-tama rebuslah buah kolang kaling yang baru saja diambil sampai warnanya coklat. Setelah itu isinya bisa dengan mudah dikeluarkan. Selanjutnya bisa diolah menjadi beberapa produk unggulan. Kabupaten Probolinggo sangat potensi sekali untuk dikembangkan olahan kolang kaling. Karena di Jawa Timur masih belum ada olahan kolang kaling,” ujarnya.

    Muhammad Efendi, warga Desa Tambak Ukir mengungkapkan selama ini kolang kaling di Desa Tambak Ukir Kecamatan Kotaanyar sangat melimpah. Hanya saja kolang kaling ini terbuang dan terbengkalai tidak dimanfaatkan dengan baik karena tidak tahu cara untuk mengolahnya.

    “Kami baru tahu pengolahannya setelah mendapatkan pelatihan dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Semoga ke depan dapat menambah wawasan masyarakat untuk memaksimalkan potensi kolang kaling agar bisa meningkatkan ekonomi dan SDM masyarakat,” ungkapnya.

    Tidak lupa Efendi mengucapkan terima kasih kepada Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE karena telah memberikan kesempatan kepada warga Desa Tambak Ukir untuk mendapatkan pelatihan cara mengolah kolang kaling sehingga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

    “Saya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo dan Tim Universitas Brawijaya Malang atas ilmu yang diberikan kepada warga Desa Tambak Ukir, sehingga dari awalnya tidak tahu bisa menjadi tahu aneka olahan dari kolang kaling yang sangat melimpah di Desa Tambak Ukir,” pungkasnya.  

    Sebelumnya, puluhan warga Desa Tambak Ukir Kecamatan Kotaanyar juga mendapatkan pelatihan diverfisikasi produk unggulan gula aren di Pawon Bapake Jeje Kraksaan pada 31 Maret hingga 1 April 2021 lalu dengan narasumber dari Tim Universitas Brawijaya Malang. (Nabila Putri/Zidni Ilman)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini