-->
  • Jelajahi

    Copyright © Lensa Update
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Recent Posts

    DPPKB Kabupaten Probolinggo Gelar Rakor Jejaring Perempuan dan Anak

    4/12/21, 23:43 WIB Last Updated 2021-04-12T16:43:14Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Dringu, Lensaupdate.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor) jejaring perempuan dan anak, Senin (12/4/2021).

    Kegiatan yang diikuti oleh 11 orang dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 7 (tujuh) perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Probolinggo ini dilakukan dalam rangka penyusunan kajian akademis UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

    Kepala DPPKB Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Umi Setyowati mengatakan selama ini penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Probolinggo ditangani oleh Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) yang ada di RSUD Waluyo Jati Kraksaan dan RSUD Tongas.

    “Dimana anggota dari PPT ini merupakan kumpulan tim dari beberapa OPD dan LSM yang ada di Kabupaten Probolinggo. Harapannya dengan terbentuknya UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, pelayanan terhadap korban kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Probolinggo akan lebih maksimal,” katanya.

    Menurut Umi, pembentukan UPTD PPA ini bertujuan untuk melaksanakan kegiatan teknis operasional di wilayah kerja Kabupaten Probolinggo memberikan layanan bagi perempuan dan anak yang mengalami masalah kekerasan, diskriminasi, perlindungan khusus dan masalah lainnya serta memberikan pelayanan optimal terhadap korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.

    “Selain itu memfasilitasi pelayanan terhadap korban kekerasan perempuan dan anak dalam Kabupaten Probolinggo. Sekaligus melakukan upaya pencegahan korban kekeraan terhadap perempuan dan anak,” jelasnya.

    Umi menerangkan UPTD PPA ini memberikan layanan terpadu bagi perempuan dan anak korban kekerasan berupa penerimaan rujukan pengaduan, penjangkauan korban, pengelolaan kasus, penampungan sementara, mediasi dan pendampingan korban.

    “Dengan adanya UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, maka pelayanan terhadap korban kekerasan terhadap perempuan dan anak akan semakin maksimal karena bisa ditangani sampai selesai. Mungkin ada rasa trauma dan lain sebagainya dari korban,” tegasnya.

    Lebih lanjut Umi menjelaskan keberadaan UPTD PPA ini diperlukan dalam rangka meningkatkan kualitas perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Probolinggo. Dengan demikian mampu menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak serta memberikan pendampingan terhadap korban kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Probolinggo.

    “Dengan adanya kegiatan ini diharapkan ada sinergitas dan saling memperkuat diantara OPD dan LSM terkait dengan perlindungan perempuan dan anak baik dalam kegiatan pencegahan, penanganan maupun pendampingan kasus,” harapnya.

    Dalam kesempatan tersebut hadir narasumber Dr. Tri Soesantari dari FISIP Universitas Airlangga Surabaya mengenai penyusunan kajian akademis. Kajian akademis pembentukan UPTD PPA ini bermanfaat sebagai landasan akademik bagi Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam mengambil keputusan mengenai kelayakan pendirian UPTD PPA di Kabupaten Probolinggo.

    “Kajian akademis ini juga sebagai salah satu syarat pemenuhan ketentuan dalam Keputusan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 4 Tahun 2018 Tentang Pedoman Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak,” pungkasnya. (Aulia Puspita/Zidni Ilman)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini