-->
  • Jelajahi

    Copyright © Lensa Update
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Recent Posts

    Pemkab Probolinggo Berikan Edukasi Penanganan Ikan Segar Melalui Pengenalan Teknologi

    3/31/21, 07:51 WIB Last Updated 2021-03-31T00:51:27Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Dringu, Lensaupdate.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perikanan (Diskan) bekerja sama dengan Jejaring Pasca Panen untuk Gizi Indonesia (JP2GI) Korda Kabupaten Probolinggo memberikan edukasi penanganan ikan segar melalui pengenalan teknologi, Selasa (30/3/2021).

    Kegiatan yang dilaksanakan di ruang pertemuan UPT Perikanan Budidaya Air Tawar/Payau Dringu ini diikuti oleh 30 orang peserta terdiri dari nelayan yang ada di wilayah Kecamatan Sumberasih, Dringu, Gending, Pajarakan dan Kraksaan.

    Selama kegiatan mereka mendapatkan materi tentang pembuatan ice gel skala mikro kecil, penanganan ikan segar pasca panen sesuai kebijakan pangan serta teknik penanganan ikan segar di cold strorage oleh narasumber Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, SMK Negeri 1 Dringu serta Teknisi Cold Storage PT Jagannatha Elang Pratama Pajarakan.

    Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi melalui Kepala Bidang Bina Usaha Perikanan Saiful Hidayat mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan JP2GI sebagai wadah/lembaga yang bergerak dalam pengurangan nilai susut hasil pasca panen untuk meningkatkan ketersediaan dan akses gizi yang berkualitas dan sehat di masyarakat.

    “Edukasi penanganan ikan segar melalui pengenalan teknologi ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan, pengetahuan, keterampilan mengenai penanganan ikan segar dengan teknologi, sederhana yang mudah, murah, efisien, cepat dan tepat kepada nelayan yang ada di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

    Menurut Saiful, kegiatan ini penting dilakukan dalam rangka mengedukasi nelayan Kabupaten Probolinggo dalam mempertahankan nilai gizi ikan yang akan diproses lebih lanjut oleh pelaku utama perikanan baik masyarakat, konsumen dan poklahsar (kelompok pengolah dan pemasar).

    “Melalui kegiatan ini kami berharap para nelayan mampu menerapkan sistem rantai dingin agar dapat menjaga nilai mutu ikan segar dan nilai susut dari ikan itu sendiri. Kunci utamanya ada pada nelayan karena garda terdepan dalam menyimpan hasil tangkapannya di boks di perahunya dan menjaga mutu nilai ikan itu sendiri,” harapnya. (Desi Wulandari/Zidni Ilman)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini