-->
  • Jelajahi

    Copyright © Lensa Update
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Recent Posts

    Menjanjikan, Budidaya Udang Vannamei Teknik BUMI KRAKSAAN Mulai Diadopsi Masyarakat

    2/10/21, 21:31 WIB Last Updated 2021-02-10T14:31:24Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Gending, Lensaupdate.com - Budidaya udang kolam terpal dengan teknik Budidaya Udang vannaMeI Kolam bundaR menggunAKan raS di media Air laut buatAN (BUMI KRAKSAAN) mulai diterapkan oleh pembudidaya yang ada di Kabupaten Probolinggo.

    Melalui inisiasi yang dilakukan oleh Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo, inovasi dari Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo ini diterapkan oleh kelompok pembudidaya yang ada di Desa Klaseman Kecamatan Gending dengan melakukan kegiatan budidaya udang vannamei menggunakan air laut buatan.

    “Alhamdulillah, budidaya udang vannamei dengan teknik BUMI KRAKSAAN ini sudah diadopsi oleh masyarakat Desa Klaseman Kecamatan Gending dengan memanfaatkan 12 kolam terpal,” kata Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi melalui Kepala Bidang Perikanan Budidaya Wahid Noor Azis.

    Menurut Wahid, penebaran benih udang per kolamnya sebanyak 5.800 ekor dan total untuk 12 kolam benih yang ditebar sebanyak 69.600 ekor. Per tanggal 10 Februari 2021, masa pemeliharaan sudah masuk hari ke-50 dengan berat udang 5 gram per ekor. 

    “Artinya bisa dikatakan size 200 yang berarti 200 ekor per Kg. Harapannya nanti panen pada size 60-70. Hanya saja pada size 100-200 ini biasanya kita panen parsial atau panen separuh dengan diambil yang besar-besar untuk memenuhi kebutuhan para pemancing sebagai umpan hidup,” jelasnya.

    Wahid menerangkan untuk size 100-200 sebagai umpan hidup bagi pemancing ini harganya lebih mahal antara Rp 65-70 ribu per kilogramnya. Karena untuk konsumsi pada size 60-70 ekor per kilogram harganya hanya Rp 30-35 ribu per kilogramnya.

    “Dari sini harapannya outputnya lebih kepada perdagangan untuk umpan hidup bagi pemancing. Karena kalau di kolam terpal nyeroknya lebih mudah jika dibandingkan dengan tambak,” tegasnya.

    Lebih lanjut Wahid menegaskan budidaya udang vannamei dengan teknik BUMI KRAKSAAN ini dimaksudkan bahwa udang vannamei itu tidak hanya dilakuka para petambak yang ada di pantai serta memperkenalkan budidaya udang vannamei kepada petambak di luar pembudidaya yang ada di pantai.

    “Inovasi BUMI KRAKSAAN ini dilakukan dengan menggunakan air laut buatan. Dimana air sumur ditambah dengan garam grosok hingga setara air laut 15 ppm. Karena standar hidup udang vannamei adalah 15-25 ppm,” ungkapnya.

    Di masa pandemi Covid-19 ini tambah Wahid, inovasi BUMI KRAKSAAN ini bisa diadopsi oleh masyarakat untuk meningkatkan penghasilan. Karena budidaya udang vannamei ini keuntungannya lebih besar dari pada yang lain. Sebab dapat dilakukan oleh pembudidaya yang jauh dari pantai karena membuat air laut buatan.

    “Harapannya inovasi BUMI KRAKSAAN ini dapat terus berkembang sehingga masyarakat lebih paham cara budidaya udang vannamei yang dibudidayakan di luar tambak dan keuntungannya lebih menjanjikan,” harapnya. (Nabila Putri/Zidni Ilman)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini