-->
  • Jelajahi

    Copyright © Lensa Update
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Recent Posts

    PCNU Kota Kraksaan Launching Website Resmi

    11/8/20, 19:08 WIB Last Updated 2020-11-08T12:08:54Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Kraksaan, Lensaupdate.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kraksaan resmi memiliki website resmi yang dilaunching oleh Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Wasik Hannan didampingi Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan KH Syihabuddin Sholeh, Minggu (8/11/2020).

    Launching website resmi PCNU Kota Kraksaan ini dilaksanakan di sela-sela pelantikan pengurus PCNU Kota Kraksaan masa khidmat 2020-2025 di halaman Kantor PCNU Kota Kraksaan di Jalan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan.

    Peresmian website resmi PCNU Kota Kraksaan ini disaksikan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI yang juga Mustasyar PCNU Kota Kraksaan Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko, Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono serta sejumlah tokoh agama di wilayah Kota Kraksaan.

    Dalam launching website resmi PCNU Kota Kraksaan di www.pcnukotakraksaan.id ini juga dilaunching air dalam kemasan NU produk dari PCNU Kota Kraksaan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi warga NU.

    Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Moh. Hasan Mutawakkil Alallah mengatakan bahwa website resmi PCNU Kota Kraksaan ini isinya harus sesuai dengan perjuangan dari PCNU Kota Kraksaan. Terlebih sekarang banyak sekali aliran-aliran sesat lokal.

    “Orang awam tidak bisa membedakan mana karomah, istidraj dan sihir. Apapun toriqohnya tentu tidak sesuai dengan toriqohnya ulama kita. Bimbingan dari pengurus NU harus dimaksimalkan karena kehadiran NU dibutuhkan oleh masyarakat,” ungkapnya.

    Menurut Kiai Mutawakkil, sejarah NU tidak bisa dilepaskan dari politik, asal politiknya itu berbasis Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). NU didirikan untuk melanjutkan misi risalah Rasulullah untuk menjembatani rahmat ke alam semesta. NU didirikan di Indonesia untuk melestarikan ajaran dari Wali Songo dan santrinya Wali Songo. “Kalau tidak bisa disemangati maka warga NU kita di desa digerogoti dari dalam. PCNU punya misi untuk melaksanakan misi itu,” tegasnya.

    Kiai Mutawakkil menambahkan yang harus benar-benar dipegang teguh untuk dijalankan pengurus NU adalah memaksimalkan potensi yang ada. Misi keagamaan harus selalu dipegang oleh pengurus NU supaya tidak keropos dari dalam.

    “Selain itu, sudah saatnya PCNU Kota Kraksaan memiliki Klinik NU. Untuk SDM silahkan bisa bekerja sama dengan STIKes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong. Semua harus bergerak supaya peran NU di kemasyarakatan dirasakan oleh warga NU,” terangnya.

    Tidak kalah pentingnya lagi tegas Kiai Mutawakkil, pengurus NU harus membantu UKM yang dimiliki oleh warga NU, termasuk pendampingan dan advokasi petani tembakau dan kentang. “Masalah kesehatan selama warga NU menjadi objek kesehatan pemerintah. Di masa pandemi Covid-19 ini bagaimana dibalik warga NU menjadi subjek dan pelopor untuk masyarakat,” pungkasnya. (Nabila Putri/Zidni Ilman)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini