-->
  • Jelajahi

    Copyright © Lensa Update
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Recent Posts

    Putus Mata Rantai Penyebaran COVID-19 dengan Jurus 3T

    7/16/20, 08:08 WIB Last Updated 2020-07-16T01:12:01Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Kraksaan, Lensaupdate.com – Saat ini pemerintah pusat tengah gencar meminta pemerintah daerah untuk menerapkan jurus 3T (Testing, Tracing dan Treatment) untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Hanya saja, jurus 3T tersebut sudah lama dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

    Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto. “Sebenarnya kalau 3T ini sudah kita lakukan diawal. Makanya testing (melakukan pemeriksaan secara massif), tracing (melakukan pelacakan dari kasus) dan treatment (upaya pemulihan) tinggal kita tingkatkan lagi,” katanya.

    Menurut Anang, jurus 3T untuk testing ini beberapa bulan yang lalu Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE sudah membuat kebijakan untuk pemeriksaan rapid massif dan dilanjutkan dengan pemeriksaan swab. “Untuk testing ini sudah kita lakukan secara massif,” jelasnya.

    Kemudian untuk tracing, Anang menyampaikan sudah dilakukan secara serius. Dimana untuk tracing ini ada struktur tersendiri untuk melakukan pelacakan. “Untuk treatment kita berusaha maksimal dengan memanfaatkan hotel, kita menggunakan tidak hanya obat-obatan, kita berikan vitamin, ada herbal, psikiater dan lain sebagainya. Itu adalah upaya-upaya kita untuk jurus 3T itu,” terangnya.

    Anang menerangkan apa yang sudah dianjurkan oleh pemerintah pusat mengenai jurus 3T untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini sudah dilakukan sejak diawal. “Alhamdulillah di Kabupaten Probolinggo sudah kita lakukan dan ke depan akan semakin kita perbaiki dan evaluasi dari pelaksanaan 3T tersebut,” tegasnya.

    Untuk dampaknya tegas Anang, pihaknya menemukan banyak kasus di awal. Bahkan dulu sempat masuk 5 besar di Jawa Timur, tapi sekarang sudah mulai stagnan, kalaupun ada penambahan tidak terlalu signifikan.

    “Kedua, angka kesembuhan kita juga cukup signifikan. Bahkan kita sampai menyentuh angka kesembuhan 90% dan saat ini kita posisinya 75%. Tetapi kita optimis ke depan akan kesembuhan kita akan semakin meningkat,” pungkasnya. (Nabila Putri/Zidni Ilman)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini