-->
  • Jelajahi

    Copyright © Lensa Update
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Recent Posts

    Terapkan Protokol Kesehatan, LTMNU Kota Kraksaan Gelar Sholat Gerhana Matahari

    6/21/20, 16:31 WIB Last Updated 2020-06-21T14:31:28Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Kraksaan, Lensaupdate.com – Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kota Kraksaan bekerja sama dengan Takmir Masjid Al Barokah Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo menggelar sholat gerhana matahari dengan menerapkan standar protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19, Minggu (21/6/2020) sore.

    Sholat gerhana matahari ini dilaksanakan sekitar pukul 15.22 WIB ini dihadiri oleh Ketua PC LTMNU Kota Kraksaan H. Didik Abdul Rohim. Sebagai Imam dan Khotib adalah Ketua PC LBMNU Kota Kraksaan KH Mudoffir Arwani.

    Para jamaah sudah mulai berdatangan ke Masjid Al Barokah tersebut sejak pukul 14.40 WIB. Sembari menunggu waktu gerhana matahari, para jamaah beriktikaf sembari mengaji Al-Qur’an.

    “Alhamdulillah LTMNU Kota Kraksaan bekerja sama dengan Takmir Masjid Al Barokah di tengah pandemi COVID-19 tetap melaksanakan sholat gerhana matahari dengan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19,” kata Ketua PC LTMNU Kota Kraksaan Didik Abdul Rohim.

    Dalam kesempatan tersebut, semua jamaah diwajibkan menggunakan masker dan menerapkan phisycal distancing di area wudhu dan di dalam masjid ketika melaksanakan sholat gerhana matahari. “Semua jamaah tertib menggunakan masker, termasuk muadzin, imam dan khotib menggunakan masker,” jelasnya.

    Menurut Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Probolinggo ini, ibadah sholat gerhana matahari adalah sunnah muakkad. “Hal ini tidak bisa dilaksanakan kalau tidak terjadi gerhana,” terangnya.

    Didik mengungkapkan sholat gerhana matahari ini bertujuan untuk mensyukuri kekuasaan Allah SWT. Karena Allah SWT yang bisa membuat sesuatu kepada makhluknya seperti sakit, sehat, suka, duka dan lain sebagainya.

    “Kami menghimbau kepada umat muslim, khususnya keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) kalau ada gerhana lainnya bisa melaksanakan ibadah-ibadah sesuai yang telah disyaratkan dalam agama,” pungkasnya. (Nabila Putri/Zidni Ilman)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini