-->
  • Jelajahi

    Copyright © Lensa Update
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Recent Posts

    Silahkan Beribadah dengan Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan

    6/11/20, 22:48 WIB Last Updated 2020-06-11T15:48:33Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Kraksaan,Lensaupdate.com - Tempat ibadah agama apa saja baik itu Islam, Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu, silahkan mereka beribadah sejauh tidak ada penambahan kasus-kasus yang signifikan. Protokol kesehatan yang harus massif, contohnya memakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan itu harus dipastikan diatur dengan protokolnya.

    Statemen tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan di tempat ibadah seiring dengan adanya SE Bupati Probolinggo Tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dan di Lingkungan Pondok Pesantren dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19 di Masa Pandemi.

    “Misalnya kalau di masjid, mulai dari masuk harus ada sarana cuci tangan, masuk sudah boleh diperiksa pakai masker apa tidak, terus dicek suhunya dan kalau sakit maka tidak perlu sholat di masjid,” katanya.

    Menurut Anang, kalau di masjid harus membawa alat sholat sendiri, karena ditakutkan ada penularan. Apalagi di masjid sudah tidak memakai karpet lagi, sehingga kalau perlu pakai alas sendiri supaya tidak ada penularan. “Ketika masuk di masjid, takmir masjid melakukan penandaan tempat yang dibolehkan seseorang sholat sehingga sudah diatur jarak dari orang satu dengan yang lain,” jelasnya.

    Hanya saja terang Anang, ijin dibukanya aktifitas tempat ibadah ini bisa dicabut apabila tidak sesuai dengan protokol kesehatan. Misalnya, setelah dievaluasi ternyata tempat ibadah tersebut tidak mengindahkan sesuai protokol-protokol kesehatan yang berkaitan dengan Surat Edaran Bupati Probolinggo.

    “Tapi saya yakin, itu tidak akan pernah terjadi karena tempat ibadah ini, mereka orang mau beribadah itu sudah dengan niat yang bersih. Bahkan mereka sudah dengan pakaian yang pantas. Artinya niat hati nuraninya dengan niat yang bersih dan tulus. Kita harapkan para jamaahpun harus mematuhi dan menghargaai sistem yang diatur di tempat ibadah tersebut,” tegasnya.

    Jika ada peningkatan kasus COVID-19 tambah Anang, maka akan dilihat dulu peningkatan kasusnya itu dari mana. Kalau sumbernya diindikasikan kuat dari tempat ibadah tersebut, maka akan kaji. “Tapi tidak serta merta seperti itu. Katakanlah satu kecamatan terjadi peningkatan, khan bisa saja sumbernya dari mana-mana. Makanya kita akan tracking dulu sumbernya dari mana,” pungkasnya. (Nabila Putri/Zidni Ilman)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini