-->
  • Jelajahi

    Copyright © Lensa Update
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Recent Posts

    Pondok Pesantren di Kabupaten Banyuwangi Siap Terapkan Konsep New Normal

    6/1/20, 09:17 WIB Last Updated 2020-06-01T14:17:18Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Banyuwangi, Lensaupdate.com - Sejumlah pengasuh dan pengurus pondok pesantren di Kabupaten Banyuwangi bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi siap menerapkan konsep new normal menyambut kedatangan para santri. Sembari menunggu komando pemerintah pusat untuk mulai penerapannya, para pengasuh menyepakati sejumlah aturan new normal yang bakal diterapkan di lingkungan pondok pesantren.

    Demikian terungkap dalam rapat gabungan antara para pengasuh pesantren, PCNU Kabupaten Banyuwangi, Pemkab Banyuwangi dan Polresta Banyuwangi di aula Kantor PCNU Kabupaten Banyuwangi, Minggu (31/5/2020). Untuk itu, pada rapat tersebut diambil kesepakatan sejumlah aturan new normal.

    "Kami ingin pada pertemuan ini, ada kesepakatan bersama untuk aturan new normal yang akan kita terapkan dalam membuka kembali pesantren-pesantren di Kabupaten Banyuwangi. Tidak mungkin dalam waktu lama pesantren terus ditutup. Kini banyak pesantren yang sudah berancang-ancang kembali mengaktifkan pendidikannya. Hal ini justru jangan menimbulkan permasalahan-permasalahan baru," ungkap Ketua PCNU Kabupaten Banyuwangi KH. Ali Makki Zaini seperti dilansir dari www.banyuwangikab.go.id.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi dr. Widji Lestariono memaparkan tentang Covid-19 dan penerapan new normal. Dari paparan tersebut, lantas disepakati sejumlah poin new normal yang harus dipenuhi pesantren saat akan aktif kembali. Sejumlah kesepakatan yang dihasilkan di antaranya masing-masing pondok pesantren yang akan menerima kedatangan santri akan lebih dulu dilakukan sterilisasi tempat dengan disemprot disinfektan yang akan dilakukan oleh pemerintah desa setempat.

    "Para santri yang berasal dari luar kabupaten, harus membawa surat keterangan sehat. Setibanya di pesantren harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Jika dalam masa isolasi tersebut, ditemukan gejala maka harus melakukan rapid test," kata dr. Widji Lestariono.

    Masing-masing pesantren juga harus membentuk satgas penanganan Covid-19 di tingkat pesantren. Para santri juga harus mulai membiasakan diri protokol kesehatan, seperti memakai masker, pembelajaran yang mengatur jarak hingga pembiasaan cuci tangan. 

    Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas turut menegaskan syarat pesantren bisa dibuka kembali asalkan memenuhi protokol kesehatan sebagaimana konsep new normal yang disepakati. "Kami tidak ingin ada cluster pesantren sebagai tempat penyebaran Covid-19 di Banyuwangi. Ini memerlukan disiplin dari semua pihak," tegasnya.

    Anas juga mengapresiasi inisiasi PCNU Banyuwangi dalam mengumpulkan para pengasuh pesantren untuk menerapkan new normal. "Terima kasih atas inisiatif NU. Saat ini, kita memang harus saling support dalam menangani Covid-19. Tidak mungkin, pemerintah bergerak sendiri," pungkasnya. (Reni Kartika/Fastabiqul Khoirot)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini