-->
  • Jelajahi

    Copyright © Lensa Update
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Recent Posts

    Implementasi Normal Baru, Dinkes Probolinggo Evaluasi Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat

    6/17/20, 15:06 WIB Last Updated 2020-06-17T08:06:08Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Kraksaan, Lensaupdate.com – Dalam rangka implementasi normal baru, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo melakukan evaluasi terhadap kegiatan promosi kesehatan (promkes) dan pemberdayaan masyarakat, Rabu (17/6/2020).

    Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto ini diikuti oleh para pengelola program PPM (Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat) Kabupaten dan Pelaksana Promkes 33 Puskesmas se-Kabupaten Probolinggo.

    Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto mengatakan promkes puskesmas sebagai garda terdepan dalam melakukan pemahaman ke masyarakat terutama era normal baru.

    “Ada tugas penting untuk saat ini, sosialisasi pasar dan masjid terkait penerapan protokol kesehatan. Serta pelayanan pada kelompok-kelompok masyarakat boleh dilakukan secara bertahap namun harus mematuhi protokol kesehatan,” katanya.

    Sementara Kasi Promosi dan Pemberdayaan  Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Rusminah mengungkapkan kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperbaiki program promosi dan pemberdayaan masyarakat baik di Dinkes Kabupaten Probolinggo maupun puskesmas se-Kabupaten Probolinggo.

    “Setidaknya dengan kegiatan ini pelaksana Promkes Puskesmas mengetahui hasil evaluasi Program Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2020, memperbaiki pelaksanaan dan perencanaan kembali suatu program, memperbaiki perencanaan dan pelaksanaan program yang akan datang serta memperbaiki alokasi sumber dana dan sumberdaya manajemen saat ini serta di masa mendatang,” ungkapnya.

    Menurut Rusminah, kegiatan ini sangat diperlukan mengingat peran petugas kesehatan sangat penting dalam membina dan memfasilitasi anggota masyarakat melalui pemberdayaan program promosi kesehatan seperti Desa Siaga, PHBS serta pembinaan terhadap UKBM yang ada.

    “Selama ini pengetahuan, ketrampilan, kemampuan petugas promosi kesehatan terutama yang ada di puskesmas kurang mendapat perhatian. Di samping itu juga disebabkan karena sering mutasinya tenaga dan sangat terbatasnya tenaga yang ada sehingga kinerja di lapangan kurang optimal,” pungkasnya. (Nabila Putri/Zidni Ilman)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini