-->
  • Jelajahi

    Copyright © Lensa Update
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Recent Posts

    Bertambah Satu PDP Baru, Satu PDP Selesai Diawasi

    6/27/20, 20:10 WIB Last Updated 2020-06-27T13:10:48Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Tongas, Lensaupdate.com – Hingga Sabtu (27/6/2020) malam, Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo merilis di Kabupaten Probolinggo terdapat tambahan 1 (satu) orang PDP (Pasien Dalam Pengawasan) baru dan 1 (satu) orang PDP selesai diawasi.

    Dengan demikian, secara kumulatif total PDP di Kabupaten Probolinggo sebanyak 72 orang dengan keterangan 5 orang masih diawasi, 47 orang selesai diawasi dan 20 orang meninggal dunia.

    “Tambahan 1 orang PDP baru berasal dari Desa Ambulu Kecamatan Sumberasih dan tambahan 1 orang PDP selesai diawasi berdasarkan hasil swab dua kali negatif berasal dari Desa Jorongan Kecamatan Leces,” kata Juru Bicara Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto.

    Menurut Anang, satu tambahan PDP baru ini adalah perempuan berusia 66 tahun berasal dari Desa Ambulu Kecamatan Sumberasih. Yang bersangkutan ada kelainan jantung, sesak dan ada pneumoli sehingga oleh dokter yang menanganinya dimasukkan dalam kategori PDP. “Sampai saat ini yang bersangkutan sudah dilakukan pemeriksaan rapid test dan hasilnya reaktif,” jelasnya.

    Anang menegaskan saat ini yang bersangkutan sedang diobservasi dan menjalani perawatan di RSUD Tongas untuk diobati keluhan-keluhannya. “Nantinya akan langsung dilakukan swab untuk mengetahui penyakitnya apakah karena dugaan COVID-19 atau karena infeksi penyakit yang lain,” terangnya.

    Sementara tambahan 1 orang PDP yang selesai diawasi ini adalah perempuan berusia 45 tahun dari Desa Jorongan Kecamatan Leces. Yang bersangkutan dinyatakan selesai diawasi karena hasil swabnya dua kali negatif.

    “Hasil swabnya berasal dari TCM (Tes Cepat Molekuler) di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Kalau kondisi klinisnya sudah membaik dan memang tinggal menunggu hasil swabnya. Kemudian yang bersangkutan dipulangkan karena keluhannya sudah sembuh,” tegasnya.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo ini menjelaskan saat awal dirawat di RSUD Tongas, yang bersangkutan mempunyai keluhan sesak napas, infeksi paru-paru dan ada pneumolinya. “Sehingga pada waktu itu oleh dokter yang menangani dimasukkan dalam kategori PDP,” tambahnya.

    Anang menambahkan meskipun sudah selesai diawasi dan dipulangkan, tetapi yang bersangkutan tetap harus melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing selama 14 hari, membatasi kegiatan supaya tetap pulih dengan baik dan tidak tertular lagi. “Yang paling penting lagi menerapkan protokol kesehatan seperti selalu memakai masker, sering cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer, physical distancing dan tidak bersentuhan fisik,” pungkasnya. (Alfiatun/Zidni Ilman)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini