-->
  • Jelajahi

    Copyright © Lensa Update
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Recent Posts

    618 ASN Kantor Bupati Probolinggo Negatif COVID-19

    6/11/20, 06:25 WIB Last Updated 2020-06-11T04:25:17Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Kraksaan, Lensaupdate.com - Seluruh ASN di lingkungan Kantor Bupati Probolinggo dinyatakan negatif COVID-19. Hal ini diketahui setelah sebelumnya Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo melaksanakan rapid test massal kepada 618 orang ASN pada 16 OPD selama 4 (empat) hari sejak Rabu (3/6/2020) di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo.

    Meskipun sebelumnya sempat diketahui 23 orang ASN diantaranya reaktif, namun setelah ditindaklanjuti pada tahap pemeriksaan usap tenggorokan (swab) kesemuanya hasilnya dinyatakan negatif COVID-19.

    Juru Bicara Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto mengatakan setelah melakukan rapid test massal pada ASN di lingkungan Kantor Bupati Probolinggo, pihaknya menargetkan lebih luas lagi untuk para ASN lainnya yang tersebar di instansi dan OPD lainnya pada lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

    "Targetnya semua ASN akan menjalani rapid tes massal secara bertahap terutama yang berasal pada bidang pelayanan masyarakat. Tentunya, proses itu butuh waktu dan tahapan. Kalau untuk lingkungan kantor bupati sudah selesai semua. Alhamdulillah sampai detik ini tidak ada satupun yang positif," tutur dr Anang.

    Selama ini lanjut dr Anang, Pemkab Probolinggo memang selalu gencar melakukan screening secara massif melalui pemeriksaan rapid test massal. Sasaran pemeriksaan rapid test massal ini adalah semua elemen masyarakat yang beresiko seperti pemudik serta para pedagang dan pengunjung pasar.

    "Kami harap seluruh masyarakat mendukung salah satu kebijakan Ibu Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari SE terkait screening massif ini. Prinsipnya, kita ingin semua masyarakat Kabupaten Probolinggo bisa terdeteksi. Karena kemampuan kami juga terbatas maka untuk sementara di prioritaskan terlebih dahulu elemen yang memang beresiko,” tegasnya.

    Sementara itu Yanik (35), salah satu ASN dari Badan Kepegawaian Daerah mengaku sempat ragu dan takut untuk mengikuti rapid test ini. Akan tetapi karena hal ini wajib dan untuk kebaikan bersama, maka wanita asal Kota Kraksaan yang baru sehari di pindah tugaskan itu terus meyakinkan dan memberanikan dirinya.

    "Baru kali ini mengikuti rapid test, ternyata ada perasaan campur aduk antara dag dig dug karena takut terkonfirmasi positif, tetapi juga ada perasaan yang memaksa diri untuk ikut rapid test agar mengetahui kondisi riil kesehatan kita untuk mencegah penularan dan penyebaran Covid-19 pada keluarga terdekat," katanya. (Mimie Auliya/Zidni Ilman)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini