-->
  • Jelajahi

    Copyright © Lensa Update
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Recent Posts

    108 Pedagang Reaktif Rapid Test, 14 Pedagang Positif COVID-19

    6/13/20, 08:23 WIB Last Updated 2020-06-13T08:23:58Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Kraksaan, Lensaupdate.com – Beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo melakukan rapid test massal bagi pedagang pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo.

    Hasilnya, ada 108 orang pedagang pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo yang dinyatakan reaktif rapid test. Dari jumlah itu, 14 diantaranya terkonfirmasi positif terinfeksi COVID-19.

    “Dalam rapid test massal yang kita lakukan, hasilnya 108 orang pedagang pasar reaktif. Setelah mereka kita swab, ternyata 14 orang positif COVID-19,” kata Juru Bicara Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Budi Yoelijanto.

    Anang menerangkan, pedagang yang reaktif dan positif COVID-19 tersebut berasal dari Pasar Paiton, Pasar Semampir Kecamatan Kraksaan, Pasar Maron, Pasar Muneng Kecamatan Sumberasih, Pasar Bayeman Kecamatan Tongas dan Pasar Dringu.

    “Kami menggelar rapid test massal bagi pedagang pasar untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 sebagaimana intruksi dari Ibu Bupati Probolinggo. Karena pasar merupakan salah satu pusat keramaian,” paparnya.

    Sementara Kepala Dinas Komunikasi, Informatika. Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo Yulius Christian menyebut, para pelaku pasar memang rentan terpapar COVID-19. Oleh karenanya, pemerintah daerah memperketat protokol kesehatan.

    “Tidak hanya rapid test massal saja, kami juga mewajibkan para pembeli dan pedagang pasar memakai masker dan cuci tangan sebelum masuk maupun keluar dari pasar,” katanya.

    Pedagang yang tidak memakai masker jelas Yulius, diberi sanksi berupa tidak boleh berjualan. “Untuk pembeli yang tidak bermasker, maka tidak kami izinkan masuk ke dalam pasar,” pungkasnya. (Aulia Puspita/Zidni Ilman)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini