-->
  • Jelajahi

    Copyright © Lensa Update
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Recent Posts

    Pelaksana Gugus Tugas PP COVID-19 Kab. Probolinggo Rilis 89 Positif, 59 PDP dan 464 ODP

    5/29/20, 23:22 WIB Last Updated 2020-05-29T16:22:29Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Kraksaan, Lensaupdate.com - Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo hingga Jum'at (29/5/2020) malam merilis sebaran perkembangan Corona Virus Disease (COVID-19) di Kabupaten Probolinggo untuk orang terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 89 orang dengan keterangan 32 orang masih dirawat dan menjalani isolasi, 55 orang sembuh dan 2 orang meninggal dunia.

    "Alhamdulillah, hari ini ada tambahan tiga orang yang sembuh dari COVID-19. Mereka berasal dari Desa Sumberlele Kecamatan Kraksaan, Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan serta tenaga kesehatan dari RSUD Tongas," kata Juru Bicara Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto.

    Menurut Anang, sejauh ini untuk orang terkonfirmasi positif COVID-19 lain yang sedang menjalani isolasinya kondisinya dari hari ke hari semakin baik. Buktinya semakin hari angka kesembuhan bertambah terus. "Untuk pemeriksaan swabnya memang tidak semua, tetapi progresnya sudah terjadwal semuanya. Karena memang dilakukan secara bertahap sesuai kapasitas yang ada. Tetapi yang pasti setiap hari dilakukan pemeriksaan swab," jelasnya.

    Anang menerangkan keluhan yang sering disampaikan pada prinsipnya tidak ada, tetapi yang pasti hanyalah kebosanan dan ingin cepat pulang ke rumahnya masing-masing. Kalau untuk yang lain-lain subjektif yang mendasar dan menjadi kajian bagi Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo. “Makanya tim kuratif berusaha melakukan semaksimal mungkin upaya-upaya untuk mempercepat proses kesembuhan dengan berbagai cara,” tegasnya.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo ini menerangkan selama berada di rumah pengawasan, mereka selalu diajak melakukan olahraga kecil. Mereka juga masih bisa melakukan komunikasi dengan sesama, namun tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti jaga jarak, memakai masker dan tidak kontak fisik.

    “Selain itu, mereka masih bisa melakukan komunikasi dengan keluarganya masing-masing. Untuk menjaga daya tahan tubuhnya, mereka diberikan vitamin dan dijaga asupan makannya," terangnya.

    Selanjutnya, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 59 orang dengan keterangan 6 orang dalam pengawasan, 35 orang selesai diawasi dan 18 orang meninggal dunia. Serta, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 464 orang dengan keterangan 53 orang dalam pemantauan, 406 orang selesai dipantau dan 5 orang meninggal dunia.

    "Tambahan satu orang PDP baru ini adalah seorang balita perempuan berusia 1,5 bulan dari Desa Brani Wetan Kecamatan Maron yang mempunyai keluhan sesak napas, infeksi paru-paru dan pneumoli," ungkapnya.

    Anang menambahkan kalau TCM (Tes Cepat Molekuler) itu keuntungannya bisa lebih cepat, karena dalam waktu 1,5 jam dan maksimal 2 jam sudah ada hasilnya. Walaupun hasilnya tetap harus dilaporkan ke Jakarta. “Jadi keuntungannya dengan adanya TCM bisa lebih cepat. Cuma masalahnya untuk ketersediaan cartridge itu tidak mudah. Tapi kalau alatnya selalu ready, tinggal menunggu cartridgenya,” tambahnya.

    Kemungkinannya besok ini cartridge sudah bisa datang lagi. Semoga dengan adanya cartridge pihaknya bisa bergerak lagi. Tetapi yang jelas, banyaknya orang terkonfirmasi positif COVID-19 sembuh tersebut tergantung daya tahan tubuhnya. Cuma kecepatan orang pulang karena adanya TCM.

    “Jadi TCM bukan membuat cepat sembuh, tapi membuat cepat pulang. Contohnya, kita dilakukan swab sekarang kalau ke surabaya paling tidak menunggu sampai 6 hari, tetapi kalau menggunakan TCM tinggal beberapa hari bisa lebih cepat pulangnya," pungkasnya. (Nabila Putri/Zidni Ilman)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini